Meroket, Harga Daging Ayam di Banyuwangi Tembus Rp 42 Ribu Per Kilo

  • Whatsapp
Daging ayam di pasar Banyuwangi. (foto: ozo/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Sepekan terakhir, harga daging ayam di Banyuwangi melonjak signifikan. Pantauan nusadaily.com di Pasar Induk Banyuwangi, harga 1 kilogram daging ayam mencapai Rp 42 ribu rupiah. 

Baca Juga

Meroketnya harga daging ayam tersebut diakibatkan berkurangnya pasokan dari peternak. “Cari ayam hidup susah sekarang. Katanya banyak peternak ayam bangkrut karena situasi pandemi saat ini,” kata Susilowati (42), penjual daging ayam di Pasar Induk, Jumat 3 Juli 2020.

Lonjakan harga tersebut, kata Susilowati, terbilang cukup cepat. Sebab, pada pertengahan bulan Juni lalu, harga daging ayam masih stabil dikisaran Rp 33 ribu per kilogram. 

“Habis lebaran itu harganya sekitar Rp 33 ribu. Kemudian pelan-pelan naik sampai Rp 35 ribu. Seminggu terakhir ini naik drastis menjadi Rp 42 ribu,” katanya.

Akibat lonjakan harga tetsebut, Susilowati mengaku berdampak pada menyusutnya pendapatan yang diperoleh. Sebab, jarang ada pembeli sehingga masih banyak daging ayam yang tersisa.

“Saya buka mulai jam 3 sore sampai jam 6 petang. Kalau harga masih stabil, biasanya 50 ekor habis. Sekarang pasti ada sisanya untuk dibawa pulang. Pembeli itu cuman beli setengah sampai satu kilo saja,” katanya. 

“Kalau harga normal keuntungan bisa mencapai Rp 200 saat dagangan habis. Kalau sekarang palingan cuman Rp 75 ribu,” tambahnya. 

Harga daging ayam di pasar Banyuwangi ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan hingga puncaknya pada hari Raya Idul Adha nanti. 

“Biasanya jelang idul qurban, juga terjadi kenaikkan,” tutup perempuan yang sudah 15 tahun berjualan daging ayam di Pasar Induk Banyuwangi ini. (ozi/aka)