Obituari Yayu Unru, Aktor Peraih Piala Citra yang Melenggang hingga Hollywood

Yayu Unru disemayamkan di rumahnya yang berada di kawasan Kayu Putih Utara, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Obituari Yayu Unru, Aktor Peraih Piala Citra yang Melenggang hingga Hollywood

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kabar meninggalnya Yayu Unru pada hari ini, Jumat (8/12), dibagikan lewat pesan singkat.

Dalam pesan tersebut, Yayu Unru dinyatakan meninggal dunia pada pukul 07.05 WIB.

Aktor peraih Piala Citra tersebut mengembuskan napas terakhir di usia 61 tahun.

"Telah Berpulang ke Rahmatullah Jum'at jam 07:05 Almarhum Andi Wahyudfin Unru Bin Andi Unru," tulis pesan tersebut.

Yayu Unru disemayamkan di rumahnya yang berada di kawasan Kayu Putih Utara, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Selain itu, sesama rekan aktor Teuku Rifnu Wikana juga membagikan kabar duka tersebut lewat media sosial.

"Innalillahi wainnailaihi roji'un. Telah kembali ke pangkuanNya guru kami, abang kami, saudara kami @yayuunru," tulis Teuku Rifnu lewat Instagram Story.

"Beliau orang baik, sejatinya di dunia teater dan film banyak membawa kebajikan. Semoga Allah menempatkan beliau di sisiNya. Selamat jalan bang," tutupnya dengan diselingi doa bagi mendiang sang aktor.

Aktor bernama lengkap Andi Wahyuddin Unru itu lahir di Makassar, 4 Juni 1962. Ia mendapat nama Andi yang merupakan gelar kehormatan bagi bangsawan Bugis.

Yayu mengawali kariernya dengan membintangi film Demam Tari (1985). Film itu diarahkan Nawi Ismail yang juga dikenal lewat sederet film Benyamin S.

Namun, karier Yayu tak kunjung merekah dalam periode 1990-an. Ia nyaris tidak pernah ikut dalam proyek film hingga sinetron pada medio tersebut.

Nama Yayu Unru baru mencuat di industri film saat membintangi Mengaku Rasul (2008). Film itu menjadi awal mula Yayu mendapat tawaran membintangi judul demi judul setiap tahunnya.

Sebut saja Sang Pemimpi (2009), Lovely Man (2011), Sang Penari (2011), hingga Something in the Way (2013). Ia paling sering memerankan karakter pendukung dengan jangkauan yang luas.

Yayu pernah menjadi ayah karakter utama, lalu paranormal, bos preman, mandor, hakim, dokter, hingga ustaz.

Kemampuan serba bisa itu membuat Yayu relatif konsisten membintangi film baru nyaris setiap tahunnya. Ia pun masih aktif syuting selama satu dekade terakhir.

Beberapa film hit yang dia bintangi, yaitu Headshot (2016), Posesif (2017), Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2014), Ratu Ilmu Hitam (2019), hingga Keluarga Cemara 2 (2022).

Akting Yayu juga merambah medium lain, mulai dari serial hingga panggung teater. Yayu membintangi serial Brata (2018), Drama Ratu Drama (2022), hingga Marriage with Benefits (2023).

Kiprah Yayu Unru semakin melambung ketika membintangi serial Hollywood The Last of Us (2023). Ia muncul sebagai tentara di episode kedua bersama Christine Hakim yang berperan sebagai ilmuwan.

Peran Yayu dan Christine dalam serial itu pun cukup sentral. Mereka muncul dalam adegan kilas balik, yakni awal mula Infected muncul dan menjadi ancaman global.

Dedikasi Yayu di dunia akting tak berhenti di situ. Ia masih aktif menjadi pelatih akting meski sudah menerima banyak tawaran menjadi aktor.

Beberapa judul yang menggaet Yayu sebagai pelatih akting, di antaranya Di Balik 98 (2015), The Night Comes for Us (2018), Ben & Jody (2022), Mencuri Raden Saleh (2022), hingga Noktah Merah Perkawinan (2022).

Berbagai kontribusi itu melahirkan berbagai penghargaan yang dialamatkan ke Yayu Unru. Ia kerap masuk nominasi dalam penghargaan film Indonesia.

Yayu bahkan berhasil menjadi pemenang dalam beberapa edisi. Ia meraih Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik pada 2014 dan 2017, serta terpilih sebagai Aktor Pendukung Pilihan dalam Festival Film Tempo 2018.

Yayu menikah dengan Nitra Unru pada Februari 2018. Pernikahan itu dikaruniai tiga orang anak, termasuk aktor muda Fatih Unru yang juga dikenal sebagai komika.(han)