Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Dilakukan Rapid Tes Massal Terhadap 1.881 Guru

  • Whatsapp
Pembelajaran Tatap Muka
Sebanyak 1.881 guru dari seluruh SD maupun SMP Negeri dan swasta di Kota Mojokerto lakukan rapid tes secara bertahap
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Jelang pembelajaran tatap muka pekan depan, sebanyak 1.881 dari seluruh guru SD maupun SMP Negeri dan swasta di Kota Mojokerto dilakukan rapid tes secara bertahap.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Matangkan Detailplan Jelang Pembelajaran Tatap Muka Januari 2021

Baca Juga

Hal ini dilakukan, untuk antisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah yang memulai uji coba pembelajaran secara langsung pada 30 November 2020 nanti. Nampak, sejumlah guru SD melakukan Rapid Tes di pos yang disediakan di SDN Miji 1, Kamis, 26 November 2020.

Salah satunya, Wali Kelas 2 SDN Miji 1 Kota Mojokerto Diana Surya yang sempat ketakutan saat akan dilakukan rapid tes. Ia mengaku, takut jika hasil tes dirinya reaktif sehingga tak bisa bertemu dengan puluhan siswanya yang selama ini hanya bisa melakukan pembelajaran secara daring sejak Maret 2020.

“Takut dobel, karena jarum suntik, takut nanti hasilnya reaktif. Tapi senang juga, bentar lagi bisa ketemu anak-anak lagi. Ngajar daring kurang greget, ya mudah-mudahan uji pembelajaran bisa lancar,” harap Diana, Kamis, 26 November 2020.

Sementara, Kepala Sekolah SDN Miji 1 Kota Mojokerto Mei Uminarsih, mengatakan untuk pelaksanaan rapid tes di wilayah Kecamatan Kranggan diarahkan pihak puskesmas di Lingkungan SDN Miji 1 Kota Mojokerto.

“Yang mengadakan puskesmas, untuk semua guru wilayah Kecamatan Kranggan diarahkan di sini. Baik guru SD Negri maupun swasta, tesnya di sini,” ucapnya.

Ia menyebut, terkait hasil tes semua guru SD Negeri dan swasta bisa langsung mengetahui hasil apakah reaktif atau non reaktif. Jika ada guru yang memiliki hasil reaktif, maka akan langsung dilakukan swab.

“Nanti kalo misal ada yang reaktif langsung di Swab. Abis itu diisolasi mungkin di rusunawa atau di ruang isolasi rumah sakit,” ucapnya.

Dilakukan Berdasarkan Arahan Kemendikbud

Selain itu, ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid, menambahkan jika pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan di Kota Mojokerto dilakukan berdasarkan arahan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana pada Januari 2020 sudah mulai diberlakukan pembelajaran tatap muka.

BACA JUGA: Proses Pembelajaran Tatap Muka Terkendala COVID-19, Kepolisian Tetap Apresiasi Guru

“Tapi disarankan untuk kota dan kabupaten agar segera melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Untuk Kota Mojokerto sudah mulai uji coba pembiasaan pembelajaran tatap muka mulai besok 30 november secara terbatas,” imbuhnya, usai mencek kondisi pelaksanaan rapid tes guru-guru SD di SDN Miji 1.

Tak sampai disitu, sistem pembelajaran kombinasi yakni gabungan dari daring dan luring tetap memperhatikan izin orangtua para siswa. Selain itu, pihak sekolah harus menyiapkan penyemprotan disinfektan.

“Kuotanya perkelas untuk yang SMP diisi 30 persen dari jumlah siswa dan 50 persen untuk yang SD. Rapid tes massal sejak kemarin (Rabu, 25 November) juga sudah dilakukan untuk penjaga sekolah dan guru sampai besok,” tandasnya. (din/ian)

Post Terkait

banner 468x60