Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsSelain Pembatasan, Dispendik Kota Surabaya Akan Cek Ulang Sarpras di Tiap Sekolah

Selain Pembatasan, Dispendik Kota Surabaya Akan Cek Ulang Sarpras di Tiap Sekolah

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Pertemuan Tatap Muka (PTM) yang telah digelar di beberapa sekolah yang ada di Kota Surabaya hari ini menjadi skala prioritas penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Untuk tetap menekan angka penyebaran Covid-19 di bidang pendidikan.

Persiapan yang dilakukan oleh sekolah yang telah mendapat lampu hijau dalam menggelar PTM. Tetap mendapat monitoring khusus dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Hal ini untuk memastikan kelayakan dan keamanan sekolah dalam mengantisipasi wabah Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Sekolah Menengah (Sekmen) Dinas Pendidikan Kota Surabaya Tri Aji Nugroho menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memonitoring dan mengecek sekolah bersama dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca juga: Kadispendik Kota Surabaya: Wali Murid Tidak Ada Kewajiban Beli Seragam Baru

”Kita tinggal final checking, untuk istilahnya kita cek lagi yang dulu sudah disiapkan masih ada atau tidak, makanya kita cek ulang,” ujar Tri Aji Nugroho.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya jika hingga hari ini, tercatat hanya 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik swasta maupun negeri. Yang telah siap meggelar PTM di Kota Surabaya. Ke-15 SMP tersebut telah lolos uji asesmen dari Dinas Pendidikan Surabaya.

Pihak Dinas Pendidikan menegaskan jika bagi sekolah yang belum menyelenggarakan simulasi PTM, maka seyogyanya sekolah menggelar simulasi terlebih dahulu. Hal ini sangat penting karena kesiapan sekolah dalam mengahadapi pembatasan dan kesiapan kesehatan adalah nomor satu.

Baca juga: Ribuan Pelajar dari 125 SD-SMP Ikuti Vaksinasi di G10N Surabaya

Tidak hanyat itu, sarana-prasarana yang mumpuni dan telah sesuai arahan dari Dinas Pendidikan dan Satgas Covid19 Kota Surabaya juga harus sudah tersedia seperti alat pengukur suhu tubuh atau thermogun, tempat mencuci tangan dan pembatasan jarak antar siswa yang berada di ruang kelas.

”Secara prinsip PTM dan simulasi sebenarnya sama. Mereka sama-sama menghadirkan siswa. Bedanya, untuk yang simulasi kita batasi hanya dua kelas saja yang digunakan,” pungkasnya.(jar/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Perbedaan Migrain dan Sakit Kepala karena Tegang

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dokter Riana Nirmala Wijaya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan serba serbi seputar sakit kepala, mulai dari jenis, durasi sakit...