Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaNewsMetropolitanWakil Ketua Komisi VI: Indonesia Jangan Sampai Jadi Negara Konsumtif

Wakil Ketua Komisi VI: Indonesia Jangan Sampai Jadi Negara Konsumtif

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI Gde Sumarjaya Linggih mengingatkan agar Indonesia jangan sampai menjadi negara yang konsumtif. Wakil Ketua Komisi VI Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyampaikannya ketika rapat bersama dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam pembahasan mengenai Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional di Gedung DPR, Senayan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA :  Hadiri Pelantikan, Bamsoet Optimistis KADIN Indonesia Bantu Pemulihan Ekonomi Indonesia

Demer menyinggung agar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam hal perjanjian perdagangan. Hal itu untuk memastikan bahwa perjanjian perdagangan yang dibuat dengan mitra lain di kawasan dapat menumbuhkembangkan dunia industri dalam negeri.

 “Kita harus mengawasi betul perjanjian perdagangan yang telah disepakati, jangan sampai ujung-ujungnya hanya membuat kita sebagai negara konsumtif,” kata Demer. Untuk itu dia meminta nanti ada hal-hal di perjanjian-perjanjian perdagangan tersebut agar dapat dikoordinasikan pula dengan Menteri Perindustrian. 

BACA JUGA :   Kolaborasi GoTo Tambah Rp35 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Demer juga mengingatkan bahwa persaingan perdagangan itu tujuannya harus memuat sektor industri tanah air bisa lebih maju. “Ujung-ujungnya adalah bagaimana kita menumbuhkembangkan industri itu sendiri baik di dalam negeri maupun dalam skala global,” ucapnya. Mendag Lutfi menegaskan bahwa perjanjian RCEP adalah inisiasi dari Indonesia sendiri dan bukan merupakan dominasi dari China. 

Perjanjian RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement) adalah inisiasi Indonesia di dalam menyeimbangkan global trading power (kekuatan perdagangan global). “Jadi ini bukan China dominasinya. Jadi kalau ada yang bilang RCEP ini dominasi China salah besar.

BACA JUGA : Sandiaga Uno: Desa Wisata Simbol Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Karena ini menggunakan sentralitas ASEAN untuk menyeimbangkan dominasi Amerika yang pada saat itu menginisiasi namanya TPP (Trans Pacific Partnership),” ujarnya.(ros)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Top 3 Street Food Paling Terkenal di Shanghai

NUSADAILY.COM - JAKARTA- Shanghai merupakan kota yang tidak ada habisnya menyajikan banyak destinasi wisata. Tentunya, setiap destinasi wisata dilengkapi ragam sajian street food.    Melansir...