Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanKemenkumham: Pelaku Usaha Perlu Lindungi Kekayaan Intelektual

Kemenkumham: Pelaku Usaha Perlu Lindungi Kekayaan Intelektual

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terus mengingatkan dan mendorong para pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis perlu memerhatikan perlindungan kekayaan intelektual produk.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Lembaga MPR RI Terima Penghargaan JDIHN Terbaik V, Dari Kemenkumham

“Ketika pelaku usaha masuk dalam pasar dan gagal menerapkan sistem kekayaan intelektual, dia akan menghadapi berbagai macam hambatan dan rintangan,” kata Plt Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Kemenkumham Razilu melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Selain itu, apabila tidak memanfaatkan sistem pelindungan kekayaan intelektual maka risiko lain yang dihadapi pelaku usaha di antaranya produk atau proses yang dihasilkan berpeluang besar melanggar kekayaan pihak lain.

“Contoh, tidak mendaftarkan mereknya. Maka tidak aman dalam pengembangan bisnis karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan dan digugat oleh pemilik merek terdaftar,” kata Razilu.

BACA JUGA : Kemenkumham Perbarui Aturan Larangan Masuk WNA Cegah COVID-19 Omicron

Kemudian, produk atau proses yang dihasilkan lemah dalam kompetisi perdagangan, baik di tingkat nasional maupun global. Alasannya, karena pelaku usaha tadi tidak memiliki hak eksklusif dan tidak memilik hak monopoli serta banyaknya kompetitor yang menjual produk sejenis.

Proses Bea Cukai

Selain hal tersebut, produk atau proses yang dihasilkan lemah dalam mempertahankan keunggulannya. Produk yang dihasilkan akan menghadapi hambatan saat proses bea cukai di negara tujuan ekspor.

“Buat pelaku usaha yang ingin melakukan ekspor untuk produknya akan mengalami hambatan di bea cukai,” kata Razilu yang juga Inspektur Jenderal Kemenkumham tersebut.

BACA JUGA : Kemenkumham NTT Ajak Masyarakat Daftarkan Merek Dagangnya

Tidak hanya mendorong untuk mendaftarkan merek ke kekayaan intelektual, Kemenkumham juga menyarankan pelaku usaha. Kususnya bagi usaha kecil menengah (UKM) untuk menjual produknya dengan semenarik mungkin sehingga memberikan nilai tambah ekonomi.

“Misalnya dengan memberi merek pada produk tersebut, kemudian dikemas dengan kemasan yang bagus,” ujarnya.

Menurut dia, semua produk dapat diberikan nilai tambah atau “economic value added” dengan memanfaatkan kekayaan intelektual.

Sebagai contoh produk kopi. Kalau menjual bubuk kopi tanpa kemasan ataupun dengan kemasan seadanya, maka harga jualnya akan murah. Sebaliknya, apabila kopi tersebut diolah, diberi merek tertentu. Dikemas dengan kemasan yang menarik kemudian didaftarkan sebagai desain industri, maka nilai jualnya akan lebih tinggi.(ros)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed