Jumat, Mei 27, 2022
BerandaHeadlinePolda Jatim Ringkus 6 Tersangka Pencurian Kabel, Satu Tewas

Polda Jatim Ringkus 6 Tersangka Pencurian Kabel, Satu Tewas

NUSADAILY.COM-SURABAYAKabid Humas Polda Jatim, Gatot Repli Handoko ungkap tindak pidana pencurian yang ditangani oleh Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, pihaknya berhasil meringkus enam tersangka pencuri kabel dalam tanah milik PT Telkom di Buduran Aloha Kabupaten Sidoarjo, dan satu tersangka lain meninggal dunia, pada Selasa, (18/1/2022).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Penangkapan ini berhasil dilakukan berdasar hasil laporan dari masyarakat setempat pada Selasa, 11 Januari 2022 lalu. Kemudian, penyelidikan dilakukan sekira pukul 00.00 WIB di daerah Hotel kemuning Bypass Juanda yang dibantu oleh anggota Polsek Tenggilis, didapatkan sekelompok tersangka sedang berkumpul disana.

Pada pukul 02.30 WIB, kelompok tersangka tersebut menuju Bundaran Aloha menggunakan mobil Xenia bernopol B 1099 NOB, mobil Avanza BE 1126 FF, truk bernopol S 8649 V dan AE 8987 UX.

Kemudian, para tersangka tersebut bekerja sama dan membagi peran untuk melancarkan aksi pencurian. tersangka YMS (33) berperan mengamankan dan menjaga keadaan sekitar pada saat tersangka lain melakukan pencurian. QH (38) berperan mengamankan dan mengatur lalu lintas pada saat tersangka lain melakukan pencurian. HS (28) berperan mengatur tersangka lain dan memberikan aba-aba kepada truk saat menarik kabel dari dalam tanah. EB (30) berperan mengangkut kabel dari tanah ke atas truk. MS (30) berperan masuk ke lubang (manhule), mengikat kabel dengan rantai sebelum ditarik menggunakan truk dan menaikkan kabel ke truk.A (25) berperan mengangkut kabel dari tanah ke atas truk, dan terakhri YS (22 ) berperan bersama YMS untuk mengawasi situasi dn sebagai sopir mobil avanza.

Curi Kabel Gunakan Rantai


Ketujuh tersangka ini mencuri kabel dalam milik PT Telkom dengan menggunakan rantai yang disangkutkan ke salah satu truk dan memasukkan potongan kabel tersebut ke dalam truk yang lain, dan salah satu tersangka yakni YS (22) yang membawa mobil Avanza datang untuk mengawasi situasi.


“Adapun mekanisme yang mereka lakukan adalah melakukan pemotongan kabel bawah tanah dari terminal 1 sampai dengan terminal 2 artinya lubang satu dengan lubang kedua itu dilakukan pemotongan kemudian ditarik dengan truk, sehingga kabel yang jaraknya hampir yang sekitar 200 meter itu ditarik dengan truk, kemudian dipindahkan ke dalam truk,” ucap Kabid Humas Polda Jatim.


Sekira pukul 03.30 WIB para tersangka ini diringkus anggota kepolisian, ketika mereka hendak menaikkan alat-alat dan hasil curian tersebut ke dalam truk. Namun disaat penggerebekan, tersangka YS (22) yang membawa mobil Avanza tadi melakukan perlawanan terhadap sejumlah anggota kepolisian yang bertugas dengan menabrakkan mobilnya ke arah mobil anggota yang sedang menutup laju kendaraan.

Alih-alih kabur untuk menyelamatkan diri, salah satu pelaku yang menabrakkan mobilnya diberi tembakan peringatan, namun pelaku memundurkan kendaraannya dan hendak menancap gas untuk menabrak anggota kepolisian, akhirnya dalam keadaan terancam anggota polisi tersebut melakukan tindakan tegas terukur berupa tembakan mengenai tersangka, yang mengakibatkan meninggal dunia pada saat dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.

“Pada saat teman-teman dari Jatanras melakukan upaya penangkapan, YS Ini mendapat perlawanan dengan cara menabrakkan beberapa kali mobil petugas kemudian diberikan tembakan peringatan, masih melakukan tindakan tersebut. Sehingga, dilakukan tindakan terukur sehingga menyebabkan tersangka inisial YS meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara,” lanjut Kabid Humas Polda Jatim.

Polisi Amankan Barang Bukti

Kabid Humas Polda Jatim juga mengungkapkan, bahwa terdapat barang bukti yang berhasil diamankan, seperti barang-barang untuk penyamaran seolah-olah seperti petugas Telkom.

“ barang bukti lain adalah 7 buah alat pemotong kabel berbagai jenis, 3 buah linggis, 2 buah palu, 2 buah betel, 1 buah roll meter, 2 buah gunting, 2 buah kunci baut, 2 buah cetok, 1 buah penjepit kabel, 2 buah rompi orange, 1 buah lampu senter kedip, 1 buah traffic cone warna orange, 1 gulung tal tampar warna kuning, 2 kendaraan truk, 1 mobil avanza, 1 mobil xenia dan 2 buah papan pengumuman,” papar Kabid Humas Polda Jatim.

Sehingga, berdasarkan perbuatan tersangka danberdasarkan keterangan dikaitkan dengan petunjuk serta barang bukti yang telah diamankan, maka mereka dinyatakan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang di kenai dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.

Sementara, Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Ronald A Purbo menjelaskan, bahwa modus yang mereka lakukan ini sungguh unik dan seakan-akan mereka sudah ahli dalam melakukan pencurian ini, karena butuh perlengkapan dan keahlian khusus.

“modus itu sangat unik karena butuh perlengkapan dan keahlian khusus. Jadi, mereka paham betul bagaimana cara menarik ketapel yang ada dalam tanah dan sangat besar di bawah, dan kabel ini sangat mahal jika di jual, jadi untuk 200 meter itu sekitar Rp.200 juta, kemudian diambil dijual ke kanada,” ucap Wadirreskrimum Polda Jatim.

Ia juga mengatakan, bahwa memang kabel-kabel ini sangat vital karena terhubung terkait jalur komunikasi dalam internet. Oleh sebab itu, penangkapan tersangka pencurian kabel dalam tanah ini menjadi sebuah kinerja yang sangat luar biasa nyata bagi Anggota Jatanras, yang mana dengan ditangkapnya sedikit terjadi gangguan-gangguan internet maupun komunikasi yang mungkin mengganggu aktivitas masyarakat.

Terakhir, pihaknya akan melakukan pengembangan, karena berdasar informasi kelompok ini telah melakukan tindak pidana pencurian juga di wilayah Jawa Tengah maupun di beberapa daerah Jawa Timur.

“Jadi ini tetap akan kami kembangkan sampai maksimal sehingga tahu dimana kehilangan-kehilangan itu yang ada, sehingga peristiwa-peristiwa yang mengganggu jalur komunikasi ini bisa berkurang,” pungkasnya.(als/aka)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily