Walau Kejam, Ternyata Fir’aun Bucin dan Suami-suami Takut Istri

  • Whatsapp
Ilustrasi.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tertulis dalam berbagai literasi jika Fir’aun merupakan seorang pemimpin yang kejam, bahkan di kitab suci umat Islam, diterangkan jika dia adalah seseorang yang mengaku sebagai Tuhan. Ternyata, Fir’aun merupakan bucin (budak cinta) level dewa dan seorang suami-suami takut istri.

Dalam sejarah Islam, terdapat banyak sekali pemimpin atau raja, mulai dari sifatnya yang baik dan perhatian kepada rakyatnya hingga kejam dan ditakuti.

Kisah-kisah para pemimpin tersebut pun sudah tercatat dalam sejarah Islam, bahkan beberapa kisahnya sudah banyak diceritakan dari mulut ke mulut. Umat Islam pun, jika mendengar namanya pun mungkin tidak akan asing lagi.

Nah, salah satu pemimpin atau raja yang kisahnya cukup terkenal adalah Fir’aun. Pada masanya, Fir’aun adalah penguasa yang kejam dan ditakuti. Tidak ada satu orang pun yang berani membantah dan membangkak perintahnya. Bahkan, ketika Fir’aun mengumpulkan rakyatnya kemudia mengaku sebagai Tuhan yang paling tinggi dan berkuasa pun tidak ada yang berani membantahnya.

Kisah Fir’aun ini diceritakan dalam QS. An-Nazi’at ayat 24 yang artinya:
“Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”.”

Namun, meskipun Fir’aun terkenal kuat dan kejam, ternyata ia tidak berdaya dihadapan seorang wanita yang menjadi istrinya, yaitu Asiyah binti Muzahim. Asiyah merupakan seorang istri yang sangat dicintai dan ditakuti Fir’aun.

Hal ini terbukti pada saat Fir’aun dan para algojonya hendak membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir karena para bayi laki-laki tersebut diramalkan akan menghancurkan kota Mesir dan juga Fir’aun. Akan tetapi, dihadapan Asiyah, Fira’un dan para algojo tidak berdaya.

Kisah ini pun berlanjut ketika Fir’aun dan Asiyah sedang duduk bersama di pinggir sungai Nil di pojok istana megahnya. Namun, tiba-tiba saja Asiyah terkejut melihat kotak yang mengapung di atas air. Ia segera memerintahkan pelayannya untuk mengambil kotak tersebur. Setelah dibuka, betapa terkejutnya mereka melihat ada seorang bayi laki-laki yang mungil. Terlebih lagi, Fir’aun yang sangat terkejut melihat apa yang ada di dalam kotak tersebut.

BACA JUGA: Heboh Virus Corona di China, Ternyata Raja Firaun Meninggal Karena Virus

Fir’aun yang menyaksikan hal ini pun dibuat heran, seraya bertanya dalam hati, “Kenapa bayi ini lolos dari aksi para algojonya?”

Lalu seketika, istri Fir’aun membatin betapa indahnya hadiah ini. Ia mengira ini merupakan hadiah dari langit. “Ini anakku,” ungkat Asiyah.

Fir’un yang ada disamping tak berani meminta Asiyah menyerahkan bayi tersebut kepada para algojo. Sementara itu, para algojo yang mengetahui kabar tersebut langsung menemui Asiyah untuk meminta bayi tersebut dibunuh.
Asiyah murka dan menghardik para algojo tersebut, “Pergilahh kalian dari hadapanku. Karena aku tidak akan memberikan bayi ini kepada siapa pun,” kata Asiyah.

Kemudian Asiyah menemui suaminya dan merayu agar diizinkan merawat bayi kecil yang diberi nama Musa tersebut.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qashash ayat 9 yang artinya;
“Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.”

Fir’aun seakan tak berdaya oleh bujuk rayu istrinya, hingga akhirnya bayi kecil Musa pun dirawat di istananya. Meskipun Fir’aun tengah dibayang-bayangi ketakutan jikalau bayi tersebut dapat menghancurkan dirinya.

Asiyah pun mencarikan seorang ibu untuk menyusui Musa kecil hingga Fir’un tidak berani menolak.

Permpuan yang akhirnya menyusui Musa tak lain adalah ibu kandungnya sendiri yang berasal dari Bani Israel. Musa dirawat hingga dewasa dan menjadi laki-laki perkasa, cerdas, dan bijak. Hingga pada akhirnya, benarlah tafsir mimpi yang menghantui Fir’aun, bayi mungil yang dirawat oleh Asiyah hingga dewasa memerangi dan menghancurkan Fir’aun. Wallahu ‘alam. (kal)