Pantai Pulau Pari Kepulauan Seribu Tercemar Minyak Mentah

  • Whatsapp
pulau pari tercemar minyak
PPSU membersihkan tumpahan limbah minyak mentah di sepanjang pesisir pantai bagian selatan Pulau Pari, Selasa (11/8/2020) (ANTARA/HO)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Tumpahan minyak di mentah sekitar Pulau Pari, Kepulauan Seribu DKI Jakarta, masih belum diketahui sumbernya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengaku masih menelusuri penyebab dan sumber tumpahan minyak mentah atau tarbal di pesisir pantai bagian selatan Pulau Pari.

"
"

Baca Juga

"
"

“Belum diketahui pasti penyebab tumpahan minyak mentah tersebut. Saat ini sedang dilakukan penelitian bersama pihak PT Pertamina Hulu Energi (PHE),” kata Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan, Endro, kepada Kantor Berita Antara, dikutip Rabu 12 Agustus 2020.

Endro menyatakan pihak PHE sudah melakukan penelitian. Apakah disebabkan oleh kebocoran sumur pengeboran. Yakni dari PHE OSES atau ONWJ. Tetapi pihak Pertamina menyatakan mereka menampiknya dan menyatakan belum menerima laporan tentang kebocoran.

Ia mengatakan berbagai kemungkinan bisa terjadi. Di antaranya karena kelalaian kapal pengangkut minyak. Atau kapal-kapal yang nakal yang melakukan pencucian tangki di tengah laut, karena mencuci tangki di dermaga menghabiskan biaya lebih besar.

Kemungkinan lainnya, adanya angin timur. Di mana limbah minyak akibat kebocoran pengeboran beberapa waktu lalu yang sudah menggumpal dan tenggelam di laut, kembali lagi ke pesisir pantai.

“Sedang diupayakan dua hari ke depan sudah selesai pembersihan,” ujar Endro.

Baca pula: Operasi Sumur Minyak Ilegal di Jambi Bocor, Para Pelaku Kabur

Endro menyatakan belum ada laporan dari pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu yang terdampak tumpahan minyak tersebut.

Lurah Pulau Pari Mahtum mengatakan, pembersihan limbah itu dilakukan puluhan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari kelurahan. Pembersihan dilakukan bersama petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) dari Suku Dinas Lingkungan Hidup dibantu masyarakat setempat.

Limbah itu dimasukkan ke kantong plastik dengan kapasitas isi sekitar lima kilogram per kantong.

Kurangnya jumlah tenaga dan kantong plastik turut memperlambat pembersihan limbah.

Selain itu, saat siang hari, terik matahari, limbah minyak akan mencair membuat proses pembersihan kurang efektif. (yos)

Post Terkait

banner 468x60