Sama-sama Terjadi di Bulan Ramadan, Ini Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

  • Whatsapp
Quran Nuzulul
Ilustrasi Nuzulul Quran Foto: shutterstock
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Nuzulul Quran adalah salah satu peristiwa mulia yang terjadi di bulan Ramadan. Peristiwa tersebut adalah awal diturunkannya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap.

Di Indonesia, Nuzulul Quran lazim diperingati setiap tanggal 17 Ramadan, umumnya di malam hari. Hampir di seluruh tempat di Nusantara mengadakan seremoni layaknya memperingati Maulid Nabi, Isra Mi’raj dan hari besar lainnya mulai dari tumpengan, pengajian, istighotsah, tahlil, khataman Al-Quran, dan sebagainya. 

Baca Juga

BACA JUGA: Mengapa Nuzulul Quran Diperingati setiap 17 Ramadan? – Noktahmerah.com

Sementara itu, dalam Al-Quran, Allah menegaskan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam paling spesial di bulan suci, malam yang sangat diharapkan seluruh umat Muhammad, ia lebih baik dari pada seribu bulan.

Pendapat yang paling populer bahwa Lailatul Qadar terjadi di sepuluh akhir bulan Ramadan, salah satu indikasinya Nabi sangat menekankan I’tikaf dan ibadah lainnya di waktu-waktu tersebut.

BACA JUGA: Perbedaan Pendapat Ulama Terkait Waktu Nuzulul Quran – Beritaloka.com

Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Lantas, bagaimana korelasi dari dua narasi di atas? Mengapa bisa ada perbedaan antara Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar padahal dua waktu tersebut sama-sama terjadi peristiwa diturunkannya Al-Quran?

Ustadz M. Mubasysyarum Bih, Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran Cirebon dalam NU Online menjelaskan, beberapa pakar tafsir menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan dua kali proses.

BACA JUGA: Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Quran – Nusadaily.com

Pertama, diturunkan secara keseluruhan (jumlatan wahidah)

Proses turunnya Al-Quran secara total ini terjadi di bulan malam Lailatul Qadar, tepatnya malam 24 Ramadhan. Pendapat ini sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Ibnu Abbas dan Watsilah bin al-Asqa’.

“Sebagaimana bercerita kepadaku Abu Kuraib, beliau berkata, bercerita kepadaku Abu Bakr bin ‘Ayyasy dari al-A’masy dari Hassan bin Abi al-Asyras dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas beliau berkata; Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan pada malam 24 dari bulan Ramadhan, kemudian diletakan di Baitul Izzah.” 

Kedua, diturunkan secara bertahap (najman najman)

Sebelum diterima Nabi di bumi, Allah terlebih dahulu menurunkannya secara menyeluruh di langit dunia, dikumpulkan jadi satu di Baitul Izzah. Selanjutnya malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi di bumi secara berangsur, ayat demi ayat, di waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama dua puluh tahun, pendapat lain dua puluh satu tahun.

“Sahabat Ibnu Abbas berkata, Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh secara menyeluruh kepada para malaikat pencatat wahyu di langit dunia, kemudian Jibril turun membawanya secara berangsur, satu dan dua ayat, di waktu yang berbeda-beda selama 21 tahun.” (Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an/Tafsir al-Qurthubi, juz 2, hal. 297).

Jadi dapat disimpulkan bahwa perbedaan keduanya terletak pada proses turunnya Al-Quran yang sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Nuzulul Quran adalah waktu turunnya Al-Quran secara bertahap, sedangkan Lailatul Qadar menjadi waktu diturunkannya Al-Quran secara penuh dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia).(mic)