Bacaan Doa Berbuka Puasa, Dibaca Sebelum Berbuka atau Setelahnya?

  • Whatsapp
doa berbuka
Ilustrasi orang berbuka puasa (pexels)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pekan depan, seluruh umat Islam akan melaksanakan puasa Ramadhan. Sebelum berpuasa, kita sebaiknya mengucapkan niat untuk benar-benar berpuasa karena Allah SWT.

Selain itu, ketika berbuka puasa, terdapat sejumlah etika yang baik untuk dilakukan pada saat melaksanakan berbuka. Salah satunya adalah membaca doa pada waktu berbuka.

BACA JUGA: Kisah Hikmah Seorang Murid yang Ingin Mimpi Bertemu Rasulullah – Noktahmerah.com

Dilansir dari NU Online, hal yang sering disalahpahami banyak orang adalah tentang pelaksanaan membaca doa ini.

Umumnya masyarakat membaca doa buka puasa ini sebelum menyantap makanan dan minuman di saat masuk waktu maghrib. Padahal, cara membaca doa yang paling benar adalah membacanya ketika setelah selesainya berbuka puasa. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin:

ـ (وقوله: عقب الفطر) أي عقب ما يحصل به الفطر، لا قبله، ولا عنده

“Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka,” (Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz 2, hal. 279).

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa meskipun dengan membaca doa sebelum berbuka puasa, telah mendapatkan kesunnahan, tapi yang paling utama adalah membacanya tatkala selesai berbuka. Hal ini dimaksudkan agar kita memperoleh kesunnahan yang sempurna (kamal as-sunnah) dalam membaca doa.

BACA JUGA: 13 Doa Mustajab para Nabi yang Diabadikan dalam Al-Quran – Nusadaily.com

Lafal Doa Berbuka Puasa

Terkait lafal doa berbuka puasa, ada beberapa versi yang dijelaskan dalam beberapa hadits. Di antaranya hadits riwayat sahabat Mu’adz bin Zuhrah:

كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Artinya: “Rasulullah ketika Berbuka, beliau berdoa: ‘Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka,” (HR. Abu Daud).

Sedangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah melafalkan doa sebagaimana berikut:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Artinya: “Rasulullah ketika berbuka, Beliau berdoa: ‘Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah,” (HR. Abu Daud).

BACA JUGA: Mau Bepergian? Ini Doa yang Biasa Dibaca Rasulullah – Beritaloka.com

Dua lafal doa di atas umumnya oleh umat islam di Indonesia digabung menjadi satu. Sehingga, bacaan yang sering kita dapati adalah penggabungan doa dari hadits tersebut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

“Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ”

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.”(mic)