Sampah Dibiarkan, Kepala Dinas Cipta Karya Serahkan Mandat ke Plt Bupati Jember

  • Whatsapp
sampah plt jember
Salah satu lokasi tumpukan sampah di Alun-alun Kabupaten Jember. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Sejumlah sudut Alun-Alun Kabupaten Jember terlihat adanya tumpukan sampah dan juga banyak yang berserakan. Kondisi serupa juga terlihat di beberapa sudut perkotaan, sehingga wajah kawasan tampak kumuh.

Sabtu, 21 November 2020, nusadaily.com mendapati seorang petugas yang terlihat hanya menumpuk sampah. Dia mengatakan, petugas lain yang bertugas mengangkut sampah beberapa hari ini sudah tidak beraktivitas lagi.

Baca Juga

“Tidak tahu ya Mas, saya hanya membersihkan. Tapi, saya sendiri tidak tahu kok yang biasanya mengangkut sampah tidak kelihatan lagi,” tutur dia sembari mewanti-wanti agar namanya tidak disebut.

BACA JUGA: Warga Jember Gempar Oleh Penemuan Bayi Hangus Terbakar

Sebagai pihak yang bertanggung jawab menangani sampah perkotaan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Yessiana Arifa tidak langsung mengarah pada konteks persoalan. Namun, dalam pernyataannya Yessiana seperti mengembalikan mandat kepada atasan.

“Saya hanya ngasih tahu njenengan kalau tanggung jawab dan kendali sudah saya serahkan ke Plt Bupati,” tuturnya.

Yessiana menunjukkan tangkapan layar isi pesan yang dia kirim ke Plt Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief untuk meyakinkan sikapnya tersebut. “Tapi, jangan sampai disebar,” pinta pejabat yang sempat membuat surat untuk menyatakan berkas belum lengkap terkait pengembalian jabatannya definitifnya sebagai Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan itu.

Berikutnya, ia mulai banyak memberikan keterangan. “Saya hanya ikut aturan dan prosedur, tidak lebih tidak kurang. Ada azas kehati-hatian dan kewajiban PNS adalah cermat bekerja. Cermat itu diantaranya memastikan keabsahan dan ketaatan prosedur dan aturan. Saya harus berhati-hati supaya tidak ada dampak hukum terutama tindakan yang mengakibatkan pengeluaran keuangan daerah,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim mendapatkan informasi bahwa Yessiana menghentikan anggaran yang dipergunakan untuk memasok kebutuhan bahan bakar minyak armada truk pengangkut sampah.

BACA JUGA: Ya Ampun… Bus Jamaah Haji Jember Tidak ada Toiletnya

“Sementara itu informasi yang kami dapat bahwa pasokan BBM dihentikan. Kalau sampai hal ini yang terjadi tentu sangat merugikan kepentingan publik, layanan pembersihan sampah semestinya tidak boleh dihentikan sepihak,” ungkap Halim ketika dimintai tanggapanya.

Dia menduga, tindakan Yessiana berkaitan dengan sikap yang bersangkutan tidak terima dengan pemulihan struktur birokrasi. Yessiana memang turun jabatan, bahkan kehilangan kursi sebagai Kepala Dinas PU Bina Marga pasca Pemkab Jember menindaklanjuti hasil pemeriksaan khusus Kementerian Dalam Negeri.

“Pejabat Jember satu ini membangkang, tapi dampaknya menghilangkan hak-hak masyarakat Jember untuk mendapatkan layanan publik,” keluhnya. (sut)