Ramadan, Harga Kacang Hijau di Magetan Naik Jadi Rp35.000 per Kilogram

  • Whatsapp
harga kacang
Harni pedagang di Pasar Sayur Magetan keluhkan naiknya harga kacang-kacangan akibat stok menipis, Senin (20/04/2021).(Riyanto/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan ini di Kabupaten Magetan cenderung stabil. Bila ada kenaikan, menurut para pedagang di sejumlah pasar, masih dalam tahap yang wajar. Namun, harga kacang-kacangan yang cenderung dikeluhkan konsumen. Karena naik hingga dua kali lipat lebih.

Pantauan nusadaily.com di pasar sayur Magetan, kenaikan tertinggi pada jenis kacang hijau. Bila sebelum masuk bulan ramadan di harga normal Rp12.000/kg, hari ini naik tiga kali lipat di harga Rp35.000/kg. Disusul harga kacang tolo Rp35.000/kg. Harga kacang tanah Rp30.000/kg, terakhir kedelai Rp10.500/kg dan jagung Rp7000/kg.

BACA JUGA: Curah Hujan Tinggi Berpotensi Rusak Tanaman Tembakau di Magetan

Penyebab kenaikan jenis kacang kacangan tersebut menurut pedagang akibat stok menipis.

“Stoknya sedikit, kami pedagang sulit mendapat barang dagangan jenis kacang-kacangan tersebut. Bila pun ada harganya juga sudah mahal. Terpaksa kita juga menaikkan harganya,” kata Harni salah satu pedagang pasar sayur kepada nusadaily.com, Senin (10/04/2021).

Menipisnya stok ini disinyalir akibat cuaca ekstrim. Curah hujan tinggi membuat petani lebih memilih tanaman padi ketimbang kacang-kacangan. Selain itu, kacang-kacangan sulit hidup bila musim penghujan seperti sekarang ini.

“Memang saat ini tidak musim tanam Palawija. Petani kebanyakan pilih tanam padi, sebab curah hujan cukup,” paparnya.

Hal ini, lanjutnya, sangat mempengaruhi ketersedian barang di pasaran, permintaan banyak barang tidak mencukupi.

Mengandalkan barang-barang impor pun juga terkendala transportasi. Akibat dampak pandemi pasokan tidak lancar.

Naiknya kacang kacangan tersebut turut bepengaruh terhadap daya beli masyarakat.

“Bila sebelumya konsumen membeli penuh, dikurangi hingga tiga perempat. Konsumsi menurun drastis hingga lima puluh persen lebih,” terang Harni.

BACA JUGA: Larangan Mudik Berimbas ke Omzet Penjualan Bunga Tabur di Magetan

Pedagang mengaku hanya bisa pasrah saat ini. Mereka berharap pemerintah dapat kembali menstabilkan harga.

“Pemerintah segera hadir untuk menormalkan harg-harga. Bila tidak mendekati hari raya idul fitri nanti dimungkinkan akan kembali naik,” pungkasnya. (nto/lna)