Pupuk Subsidi Langka, Petani Banyuwangi Menjerit

  • Whatsapp
pupuk petani
Ilustrasi pupuk bersubsidi. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Pupuk bersubsidi di Banyuwangi mengalami kelangkaan beberapa bulan terakhir. Para petani pun banyak yang mengeluh karena harus mengeluarkan biaya dua kali lipat dari biasanya.

“Sudah dua bulanan ini pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan. Petani banyak yang kebingungan, apalagi saat ini sudah waktunya memupuk,” kata Mochammad Sholeh, salah satu petani di Kecamatan Licin, Sabtu 19 September 2020.

Baca Juga

Sholeh dan petani lainnya terpaksa merogoh kantong lebih dalam untuk perawatan tanaman padinya. Mau tidak mau, mereka harus membeli pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal.

BACA JUGA: Pupuk Subsidi Langka, Petani Kabupaten Madiun Terancam Rugi

“Kalau nggak dipupuk, jelas tanaman rusak, karena nggak ada makanannya. Ya gimana lagi, terpaksa beli pupuk non subsidi,” keluhnya.

Sebagai bandingan, untuk satu kwintal pupuk subsidi petani cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 240.000. Sedangkan harga pupuk non subsidi mencapai Rp 550.000 per kwintal. “Jelas berat bagi petani. Harganya dua kali lipat dari pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Makhrus, petani asal Kecamatan Sempu. Akibat kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut, kondisi petani semakin tercekik. Sebab, dua musim tanam padi kemarin banyak petani gagal panen akibat serangan tikus.

“Harapan petani sebenarnya ya musim ini. Sebab, musim ini paling bagus untuk panen padi. Tapi justru pupuk subsidi langka. Nasib petani tambah terjepit, karena dua panenan kemarin banyak yang gagal,” sesalnya.

Dia pun berharap pemerintah daerah segera mencarikan solusi terkait raibnya pupuk subsidi di pasaran. Jika tidak, maka nasib petani semakin merana di Tengah Pandemi COVID-19. 

“Sudah corona, pekerjaan susah. Ini pupuk (subsidi) langka. Mohon pemerintah bertindak, agar petani tidak semakin sulit hidupnya,” harap Makhrus.

Jatah Pupuk Subsidi Dikepras Hingga 46 Persen

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arif Setiawan menyampaikan kelangkaan pupuk bersubsidi ini akibat pemangkasan kuota oleh pemerintah pusat. Dimana, jatah pupuk subsidi untuk Banyuwangi berkurang hingga 46 persen. 

“Jadi, sebenarnya memang alokasi pupuk bersubsidi di Banyuwangi berkurang 46 persen dari Tahun 2019. Untuk semua jenis pupuk bersubsidi,” kata Arif saat dihubungi melalui sambungan telepon selularnya.

Sebagai perbandingan, di Tahun 2019 jatah pupuk subsidi jenis urea di Banyuwangi mencapai 61 ribu ton. Namun pada Tahun 2020 ini berkurang signifikan menjadi 38 ribu ton saja. 

“Kita sebenarnya mengajukan kuota lebih besar dibandingkan tahun 2019. Namun oleh pemerintah pusat justru dikurangi dalam jumlah signifikan. Tidak hanya di Banyuwangi, tapi berlaku di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

“Kita sebenarnya tidak ingin seperti ini di tengah pemerintah gembar-gembor ketahanan pangan. Mungkin ini kebijakan pemerintah untuk menciptakan kemandirian petani. Bisa jadi tahun depan akan dikurangi lagi,” tambahnya.

Saat ini, kata Arif, stok pupuk bersubsidi yang ada tinggal 88 ton. Itupun hanya untuk 5 Kecamatan. “Jadi ini bukan langka lagi. Memang tidak ada karena memang alokasinya berkurang,” terangnya.

BACA JUGA: Petani Pasuruan Boleh Tebus Pupuk Subsidi Tanpa Kartu Tani

Untuk membantu petani, Dinas Pertanian sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 Miliar yang diwujudkan dalam bentuk bantuan pupuk organik cair. 

“Pupuk organik cair tersebut sebagai stimulan kepada petani yang kekurangan pupuk subsidi. Kita bagikan melalui kelompok tani, perkecamatan untuk 400 hektar,” kata Arif.

Karena terbatasnya anggaran, diakui Arif bantuan tersebut tidak sepenuhnya bisa membantu kebutuhan pupuk petani. Untuk itu, Arif meminta para petani agar bersabar sembari berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menambah kuota pupuk bersubsidi. 

“Pemerintah daerah tetap berupaya meminta tambahan kuota pupuk subsidi untuk Banyuwangi. Saya berharap petani sabar dulu, semoga cepat ada kebijakan pusat untuk menambah kuota pupuk subsidi,” tutupnya. (ozi/lna)

Post Terkait

banner 468x60