Oknum Polrestabes Surabaya Ditangkap Terkait Narkoba

  • Whatsapp
narkoba surabaya
Markas Polrestabes yang beralamat di Jalan Sikatan 1 Surabaya. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Kabar tak mengenakkan menerpa Polrestabes Surabaya. Oknum perwira menengah dan dua perwira pertama di jajaran Satresnarkoba berikut anggotanya ditangkap terkait kasus penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan narkotika.

Penangkapan itu dikabarkan dilakukan oleh Pengamanan Internal, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri yang dipimpin oleh satu perwira tinggi berpangkat Brigjen Pol dan tiga perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi, Jumat (30/4/2021) dini hari.

Baca Juga

BACA JUGA: Polrestabes Surabaya Gagalkan Peredaran Sabu-Sabu Seberat 8,3 Kilogram

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Jhonny Edison Isir menegaskan bahwa proses penindakan, penangkapan yang dilakukan oleh Div Propam Polri bersama Div Propam Polda Jatim ini adalah wujud komitmen dari pimpinan Polri, Kapolri, Kapolda Jatim dan Kapolres jajaran.

“Kita tak akan main-main, dalam penanggulangan dan pemberantasan penyalahgunaan tindak pidana Narkoba, Narkotika dan obat-obatan terlarang,” tegasnya.

Kata Isir, terkait adanya oknum dari Polestabes Surabaya, hal itu merupakan warning bagi jajaran internal jadi bahan koreksi dari bagian operasional.

Kapolrestabes Surabaya mengatakan, petugas operasional harus bisa menunjukan komitmen dan integritas, karena jaringan sindikat Narkoba akan melakukan berbagai upaya yang bisa mengagalkan pemberantasan Narkoba.

“Kami selaku pimpinan Polrestabes Surabaya, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada personal Polri yang masih memiliki integritas dan berkomitmen tinggi dalam pemberantasan penyalahgunaan Narkoba,” tukasnya lagi.

Ditegaskan lagi bahwa Polri tidak akan mentolelir oknum-oknum yang berani melanggar dan menyalahgunakan Narkoba.

BACA JUGA: Polda Jatim Ungkap 15 Kasus Narkoba Ponpes, Ratusan Kilo BB Dimusnahkan

“Saat ini oknum ini masih dalam pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut oleh Div Propam Polda Jatim,” ujarnya lagi.

Sanksi terberat yang akan dikenakan sesuai pasal 112 dan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009, karena kedapatan barang bukti, minimal kurungan penjara 4 tahun dan maximal 15 tahun.(ima/lna)