Miris, Anak Kandung Tega Hancurkan Rumah Ibu Kandungnya

  • Whatsapp
anak kandung hancurkan rumah ibu kandungnya
Potongan foto dari video penghancuran rumah anak kandung di Ponorogo.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-PONOROGO- Anak kandung tega hancurkan rumah ibu kandungnya di Kota Reog Ponorogo. Kehidupan dunia ini memang serba membingungkan.

BACA JUGA: Masih Ada Satu Anggota Dewan Ponorogo Positif Covid 19

Baca Juga

Hanya karena sang ibu kandung tak kunjung membayar sisa pembelian rumah. Seorang anak tega merobohkan rumah tempat tinggal yang biasa digunakan ibunya berlindung dari panas dan hujan.

Aksi penghancuran rumah terjadi pada hari Minggu siang 21 September 2020. Aksi ini menjadi perbincangan dan meluas di media sosial.

Berdasarkan penelusuran nusadaily.com, asal peristiwa tersebut terjadi di Desa Tumpuk Kecamatan Sawo Ponorogo. Rumah semi permanen berukuran 70 meter persegi tersebut saat dilihat wartawan Nusadaily.com sudah rata dengan tanah. Masih tampak gundukan batu bata yang nyaris rata dengan tanah dan biarkan tergeletak begitu saja.

Informasi di lapangan peristwa perobohan rumah tersebut dipicu oleh piutang yang tidak segera dilunasi oleh pembeli yang tak lain ibunya sendiri. Awalnya tanah dan rumah yang telah disepakati jual beli seharga Rp 60 juta. Diketahui pembeli rumah tersebut tidak lain ibu kandungnya sendiri.

Salah seorang tetangga yang tidak bersedia disebutkan namanya, menceritakan jika, warga bernama Kalam, merupakan pemilik rumah. Awalnya Kalam menjual bangunan rumah tersebut seharga Rp 60 juta kepada ibu kandungnya sendiri. Saat itu ibu Kalam baru bisa membayar sebesar Rp 40 juta.

”Mungkin karena tidak sabar menunggu kekurangan pembayaran sebesar Rp 20 juta segera dilunasi, Kalam, memutuskan rumah tersebut dihancurkan,” terang sumber tersebut soal anak kandung hancurkan rumah ibu kandungnya.

Rumah Berdiri di Lahan Ibu Kandung

Sejatinya bangunan rumah tersebut masih berdiri di atas tanah milik ibu kandungnya sendiri. Di sisi lain Kalam juga mengembalikan uang sebanyak Rp 40 juta yang dulu dibayarkan saudaranya saat akad perjanjian jual beli rumah.

Aksi menghancurkan rumah pernah dilakukan mediasi oleh pihak aparat desa. Namun mediasi yang diinisiasi oleh desa tidak membuahkan hasil. Kalam yang diketahui tinggal terpisah di Kota Trengalek tetap memilih merobohkan rumah.

Berdasarkan keterangan Waka Polsek Sawo, Iptu Setyo Budi Santoso membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan jika awal mula kejadian perobohan rumah tersebut terjadi karena jual beli rumah antara anak dan ibu kandung.

”Itu mintanya saudara Kalam itu dibeli cash, karena ibunya masih punya uang Rp 40 juta dikasih. Selang beberapa hari atau minggu akan dikasih tapi pak Kalam tidak sabar menunggu akhirnya rumah dirobohkan. Uang DP awal dikembalikan,” urainya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Sementara itu Kasmi saudaranya, sudah mencoba mencoba meminta belas kasihan agar tidak merobohkan rumah. Terlebih warga sekitar juga ikut berupaya membujuk untuk tidak merobohkan rumah.

”Sampeyan punya anak, kalau besok-besok anakmu bisa menempati, namun ia nggak peduli, ” ucap Kasmi.

Meski dalam hal ini tidak ada pihak yang dirugikan, kepolisian dan pihak desa menyayangkan tindakan penghancuran rumah yang ditempati ibu kandungnya sendiri ini.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60