Kunjungan Wisata Turun, Volume Sampah Turun

  • Whatsapp
Petugas kebersihan menyemprotkan cairan eco enzim pada timbunan sampah yang berada di TPA Tlekung, Kota Batu.
Petugas kebersihan menyemprotkan cairan eco enzim pada timbunan sampah yang berada di TPA Tlekung, Kota Batu.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Diberlakukannya pembatasan mobilitas masyarakat selama larangan mudik libur lebaran,  menyurutkan minat wisatawan berkunjung ke Kota Batu. Sekalipun pergerakan masyarakat dalam wilayah rayonisasi Malang Raya dilonggarkan, namun tak ada lonjakan kunjungan yang signifikan. Rendahnya tingkat kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2021 mempengaruhi volume sampah yang diangkut ke TPA Tlekung, Kota Batu.

Kepala DLH Kota Batu, Aris Setiawan mengatakan, selama 5 hari libur Lebaran, peningkatan volume sampah relatif rendah. Rata-rata peningkatanya per hari sekitar 10 persen dari hari-hari biasa.

Baca Juga

“Tidak terlalu mencolok peningkatannya. Salah satu faktornya karena sepinya kunjungan wisatawan. Banyak hotel yang sepi,” kata mantan Camat Batu itu dilansir Nusadaily.com.

Kebijakan penyekatan saat larangan mudik mengakibatkan tingkat kunjungan wisata menurun. Sehingga volume sampah tak mengalami lonjakan yang signifikan. Hal itu sangat berbeda ketika libur Lebaran masa normal. Dimana peningkatan volume sampah bisa mencapai hingga 70-80 persen dari hari biasa. Rata-rata volume sampah harian yang masuk ke TPA Tlekung berkisar 80-90 ton.

Aris mengatakan, meningkatnya sampah di masa libur lebaran masih didominasi sampah domestik. Limbah rumah tangga ini berkontribusi sebanyak 70-80 persen saat libur Lebaran 2021 kemarin. Besarnya kontribusi sampah rumah tangga, lantaran tingginya kebutuhan masyarakat. Hal ini, membuat petugas kebersihan harus lembur hingga pukul 01.00 WIB untuk mengangkut sampah domestik.

“Kebanyakan masyarakat di rumah saja selama liburan sehingga konsumsi meningkat. Seperti belanja kebutuhan Lebaran,” imbuh dia.

Ada 18 armada pengangkut sampah yang dimiliki DLH Kota Batu. Dengan 28 TPS di Kecamatan Batu. Serta 9 TPS di Kecamatan Junrejo dan 18 TPS di Kecamatan Bumiaji. Rata-rata skala sampah rumah tangga di Kecamatan Batu, setiap orang rata-rata menghasilkan 0,36 kilogram sampah. Lalu Kecamatan Bumiaji yakni 0,35 kilogram dan Kecamatan Junrejo yaitu 0,40 kilogram. Hasil itu diperoleh dari analisa kajian sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga tahun 2019.

Sedangkan untuk sampah yang dihasilkan dari seluruh sekolah di Kota Batu berjumlah 1 ton per harinya. Lalu untuk perkantoran di Kota Batu, total sampah yang dihasilkan mencapai 11 ton. Pasar Besar Batu yakni 5,5 ton sampah, rumah makan atau restoran mencapai 1 ton. Lalu untuk Hotel mencapai 11 ton, dan tempat wisata serta industri yakni 8 ton. Retail modern seluruhnya bisa menyumbang 200 kilogram. (wok/wan)