Ini Modus Mucikari di Banyuwangi, Jajakan Para Janda untuk Layani Hidung Belang

  • Whatsapp
mucikari janda
Mucikari N saat dimintai keterangan oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin. (istimewa)

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil membongkar praktek prostitusi online spesialis janda. Dalam operasi tersebut, seorang Mucikari berinisial N (33) berhasil diamankan polisi.

Tersangka N, mengaku menjalankan bisnis ranjang berbayar tersebut semata-mata hanya ingin membantu para janda yang membutuhkan uang. Sekaligus untuk mengobati rasa kesepian lantaran sudah lama hidup menyendiri.

Bacaan Lainnya

“Sudah enam bulan (menjalankan bisnis esek-esek). Rata-rata yang minta bantuan saya adalah janda,” kata perempuan asal Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore ini saat dimintai keterangan. 

BACA JUGA: Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Prostitusi Spesialis Janda

Mucikari N mengaku memiliki anak buah janda sebanyak 6 orang. “Hanya membantu mereka untuk dapat uang. Juga banyak yang kesepian,” ujarnya.

Bisnis esek-esek spesial janda ini rupanya memiliki daya tarik para pria hidung belang. Bahkan mereka rela merogoh kocek kisaran Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu untuk setiap kali kencan short time. 

“Tarifnya 600 sampai 800 ribu. Saya dapat fee 200 ribu,” kata perempuan berpenampilan tomboi ini.

Untuk menjajakan janda-janda yang menjadi kliennya, N memanfaatkan jejaring media sosial facebook messenger.

“Berangkat dari facebook kemudian berlanjut ke WhatsApp,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin. 

Setelah terjadi kesepakatan harga dan janda yang dipilih, tersangka mengantar anak asuhnya ke hotel melati untuk menemui pemesan.

“Tarif yang dipatok tersangka ini sudah termasuk biaya sewa hotel,” kata Arman.

Sementara Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, AKP Mustajit Priyambodo menyampaikan, terungkapnya kasus prostitusi online spesialis janda ini berangkat dari informasi masyarakat.

“Dari situ kita lakukan patroli cyber hingga akhirnya menemukan akun facebook yang digunakan tersangka. Hingga akhirnya kita berhasil menangkap tersangka saat mengantarkan anak buahnya untuk melayani pemesan di hotel yang berada di Desa Jajag Kecamatan Gambiran,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kiprah Mucikari Kelas Atas

Saat ini polisi sudah melakukan penahanan badan terhadap Mucikari N. Sedangkan untuk para korban masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

“Memang ada hubungan simbiosis mutualisme antara tersangka dengan korban. Ini masih kita dalami dan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya. 

Tersangka N dijerat pasal 506 atau 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun kurungan penjara. (ozi/lna)