12 Orang Positif Covid-19 dalam Satu Desa di Magetan

  • Whatsapp
covid magetan
Peta penyebaran kasus covid-19 Magetan. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Sebanyak 12 orang yang tinggal berdekatan di Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan terpapar Covid-19. Bahkan, 2 orang diantaranya meninggal dunia.

Hal tersebut dibenarkan oleh dr. Rohmat Hidayat Kabid P2P Dinkes Magetan.

Baca Juga

“Dua kasus sebelum bulan puasa dan 10 kasus setelah idul fitri, total ada 12 kasus,” kata dr. Rohmat Hidayat kepada nusadaily.com, Senin (31/05/2021).

BACA JUGA: Satgas: 29.339 Warga Babel Lakukan Kontak Erat dengan Pasien COVID-19

Kasus tersebut diketahui ketika dilakukan tracing dan swab test di Desa tersebut. Lanjutnya, ditemukan ada 10 warga yang terpapar Covid-19.

“Dalam tracing ada sebanyak 8 orang dinyatakan positif swab PCR dan 2 reaktif rapid test antigen,” terang dr. Rohmat Hidayat.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Truneng Sukirman membenarkan 12 warganya yang tinggal berdekatan terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, ia mengelak jika kasus positif tersebut akibat gelaran hajatan di desanya.

“Truneng lama tidak mengijinkan hajatan pernikahan, rekomendasi hajatan diberikan sesuai prokes, untuk selamatan begitu juga, untuk yang berdekatan dengan lingkungan yang positif tetap kita tidak izinkan,” terangnya.

Ia beralasan telah menyampaikan kepada masyarakat untuk jauh dari lingkungan positif. Hajatan juga diatur dan maksimal 30 orang dan wajib sesuaikan tempat. Sedang hajat yang dekat lingkungan terkonfirmasi positif tetap tidak diizinkan dan tidak boleh digelar.

BACA JUGA: Lagi, Muncul Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Kota Malang

Sementara itu, Kepala Sekteraiat Satgas Covid-19 Kabupaten Magetam Ari Budi Santosa mengatakan, saat wilayah tersebut menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Untuk itu, kebijakan pemberian izin keramaian ada di pihak Satgas Desa.

“Ini kan PPKM mikro, izin ada di Satgas Desa. Tapi dengan kasus seperti pada desa Truneng tetap memperbolehkan hajatan, saya akan turun langsung mengecek seperti apa prosedur dan mekanisme hajatan di desa tersebut,” terangnya. (nto/lna)