Konsumsi dan Pola Pikir

  • Whatsapp
banner 468x60

CAHAYA FAJAR 69

Oleh: Akhmad Muwafik Saleh*

Allah swt begitu indah menetapkan aturannya makanan yang kita konsumsi harus memenuhi dua syarat yaitu halal dan thayyib. Halal berarti berkaitan dengan kualitas non fisik makanan dan thayyib berkaitan dengan kualitas fisik makanan yang menyehatkan.

Kehalalan makanan lebih menekankan pada sisi nilai-nilai transendental pada makanan baik dari segi produk fisik makanannya maupun cara memprosesnya bahkan memperolehnya. Bahkan Allah dan Rasulullah lebih memberikan perhatian secara khusus. Sebagaimana Firman Allah :

"
"

Baca Juga

"
"

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Q.S.Al-Baqarah: 168)

Ini memberikan kesan bahwa proses dan ketundukan pada perintah jauh lebih penting dari pada semata hasil fisik. Makanan yang sehat bisa jadi hanyalah hasil fisik dari sebuah proses.

Kehalalan makanan yang kita konsumsi meliputi kehalalan produk atau jenisnya seperti berbagai hal yang telah ditetapkan oleh Allah dalam syariatnya. Termasuk dalam kehalalan produk adalah pada bagaimana proses mendapatkannya, haruslah dari cara yang halal pula tidak boleh melalui kedhaliman. Semua ini Allah tetapkan agar apa yang dikonsumsi semuanya menjadi bersih (secara nilai) sebab dari itulah kemudian akan menjadi darah yang mengaliri seluruh tubuh yang dengannya manusia berpikir dan bertindak. Dari pikiran dan tindakan yang bersih itulah akan lahir kreatifitas, ilmu, akhlaq hingga membangun realitas masyarakat yang beradab.

Jadi, jika kita ingin melahirkan generasi yang terbaik dan suatu bangsa yang kuat (baik fisik maupun psikologis serta spiritualnya) dan beradab maka pedulilah pada apa yang dikonsumsi oleh generasinya. Disinilah setiap individu, keluarga, pemerintah memiliki peran penting untuk mengontrol dan mengaturnya.

Peran pemerintah dalam hal ini haruslah tegas dalam menjaga warganya agar mengkonsumsi makanan yang tidak hanya sekedar menyehatkan dan bergizi namun juga memastikan aman dari hal yang diharamkan. Disinilah fungsi regulasi dan controlling harus dilakukan.
Karena apa yang di konsumsi oleh generasi akan sangat mempengaruhi pola pikir dan perilaku. Jika kita ingin melahirkan generasi terbaik dan cerdas berakhlaq maka pastikan makanan yang dikonsumsi itu halal dan thayyib.

Semoga Allah membimbing dan melindungi diri kita dan keluarga kita agar apa yang kita konsumsi menjadi halalndan dijauhkan dari yang haram.

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Post Terkait

banner 468x60