Paus Pilot yang Tersesat Mati dan Terdampar di Perairan Sabu Raijua NTT

  • Whatsapp
Dua paus pilot yang mati terdampar dikuburkan. (foto: sirhan/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KUPANG – Sekelompok Paus Pilot (Globicephala macrorhynchus) dilaporkan masyarakat terdampar di Pantai Lie Jaka, Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (Samudra Hindia), tepatnya pada koordinat S 10009’52.68’’, E 123034’10.35’’.

Laporan masyarakat atas nama Rowy Kaka Mone pada hari Kamis (30/7) pukul 16.00 WITA tersebut segera ditindaklanjuti lanjuti oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"
"

Baca Juga

"
"

BBKSDA NTT segera melakukan koordinasi dengan Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang karena lokasi terdamparnya paus tersebut berada di bawah pengelolaan BKKPN Kupang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ikan paus pilot terdampar

Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara mengatakan dengan adanya kasus ini, selain kami koordinasi dengan instansi terkait, BBKSDA NTT, kita juga menugaskan Kepala Bidang Teknis untuk mengumpulkan informasi dan langkah-langkah terpadu dalam penanganan satwa mamalia laut tersebut bersama instansi terkait dan masyarakat setempat.

Dia juga menambahkan jika dari hasil penelusuran bersama dan juga pengecekan di lapangan diketahui total ada 11 ekor Paus Pilot yang terdampar. Kondisi saat ditemukan adalah sepuluh ekor mati, dan satu ekor masih dapat diselamatkan dengan cara didorong kembali ke laut. Jenis kelamin paus belum dapat diidentifikasi. Rata-rata panjang paus berkisar 2,5 – 6 meter, dengan lingkar badan diperkirakan lebar 0,9 – 1,2 meter.

Status perlindungan paus pilot adalah dilindungi menurut UU 5 Tahun 1990, PP Nomor 7 Tahun 1999, dan PermenLHK No. 106 tahun 2018.

Saat Ditemukan Paus Pilot Sudah Lemas

Saat ditemukan kondisi paus pilot tersebut sudah dalam keadaan lemas dan sebagian paus pilot dalam kondisi mati. Penyebab kematian dari hewan memalia ini masih belum dapat dipastikan dan diperlukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif.

Tentang kepastian penyebab kematian masal satwa paus tersebut.

Hasil koordinasi dengan BKKPN Kupang dan Camat Raijua Titus Duri yang berada di TKP, karena kesulitan alat berat Penguburan dilakukan secara manual Jumat(31/7), di Pantai Lie Jaka.

Menurut BKKPN Kupang penyebab sering terdamparnya paus pilot di perairan pantai diduga karena disorientasi arah. Mengingat sifat dari paus ini hidup berkelompok dalam jumlah yang banyak. Sehingga jika salah satu terdampar maka kemungkinan besar anggota kelompok lain akan ikut terdampar.

Sebagai informasi bahwa perairan laut Sawu merupakan jalur migrasi paus. Dan setiap tahun pada periode yang sama sering terjadi peristiwa terdamparnya mamalia laut terutama paus.(sir/aka)

Post Terkait

banner 468x60