Belanja Unik di Pasar Papua, Tak Boleh Menawar Tapi Boleh Minta Bonus

  • Whatsapp
pasar papua
Para mama yang berjualan di pasar tradisional (Antara Foto/M Risyal Hidayat)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Bagi pelancong yang berkunjung ke pasar tradisional di Papua dan ingin membeli dagangan mama-mama, apakah bisa menawar? Tentu saja tidak bisa. Mama-mama penjual akan tetap bertahan pada harga yang dia patok.

Kadang pembeli yang kena omelan, karena dianggap tidak menghargai usaha mereka, yang sudah bersusah payah memanggul hasil panen dengan noken, tentu saja dengan berjalan kaki jauh.

Namun jika minta bonus, tentu akan dikasih. Misalnya satu tumpuk mangga, berisi tiga buah mangga dengan harga Rp 30 ribu, tidak mungkin bisa menawar harga turun menjadi Rp 25 ribu.

BACA JUGA: Terima Pengurus Gercin, La Nyalla Ingin Fokus Bahas Kesejahteraan Papua

Akan tetapi bila tetap membeli dengan harga Rp 30 ribu dengan minta bonus satu atau dua mangga kecil, tentu mama-mama penjual akan dengan senang hati, memberi. Bonus lainya yaitu bisa berfoto dengan mama penjualnya.

Rekomendasi bagi pelancong yang ingin menikmati sesuatu yang unik dan khas, datanglah ke pasar tradisional. Di situ dapat berburu buah-buahan lokal, kerajinan khas dan tentu saja kuliner khas, bahkan kisah yang unik.

Pasar tradisional di Papua, ciri khasnya adalah mama-mama Papua, berjualan secara lesehan, beralaskan karung bekas.

Uniknya yang dijual oleh mama-mama Papua adalah hasil kebun mereka sendiri, noken, kadang binatang hasil buruan seperti kuskus atau ikan hasil menjaring.

Pagi hingga siang berkebun, sorenya berjualan di pasar. Mereka berjalan kaki dari kampung menuju pasar yang ada di kota.

Hasil kebun yang dipanen dan dijual hari itu, seperlunya saja, sesuai kemampuan mereka memuatnya dalam noken.

BACA JUGA: Noken Papua, Warisan Budaya in Need of Urgent Safeguarding

Besok pagi ke kebun lagi, sore ke pasar lagi, ritmenya seperti itu. Mereka menolak pengepul atau pedagang besar membeli hasil kebun mereka langsung di kebun (langsung di tempat). Mama-mama Papua lebih suka, menjual hasil kebunnya sendiri ke pasar.

Ternyata, berjualan di pasar tradisional, merupakan bagian dari bentuk sosialisasi, tempat bercerita, bisa bertemu keluarga yang jauh tempat tinggalnya.

Hasil kebun dijual per tumpuk, sebagai contoh satu tumpuk mangga kecil berisi lima buah atau satu tumpuk berisi tiga mangga berukuran besar. Sedangkan sayur dijual per ikat.

Yang unik dan menjadi kelebihan mama-mama Papua adalah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sehingga, jika masih ada hasil kebun atau ikan yang tidak laku dijual, daripada berat-berat dibawa kembali ke rumah, lebih baik diantar ke saudara atau keluarga yang tinggal di kota.(ark)

Post Terkait

banner 468x60