Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaNewsRegionalPansus Panggil BPBD Jember, Ketua Dewan: Kami Mau Tanya Teori Mereka Satu...

Pansus Panggil BPBD Jember, Ketua Dewan: Kami Mau Tanya Teori Mereka Satu Mayat Rp100 Ribu

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Hari-hari kurang nyaman sepertinya bakal dialami para pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jember. Pasalnya, kasus honor pemakaman jenasah korban Covid-19, menjadi perbincangan tak sedap.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Belum lagi, aparat kepolisian, kini sedang menyelidiki dugaan korupsi anggaran BPBD.

BACA JUGA : Data-Dokumen Disita Polisi dari Kantor BPBD Jember Terkait Lidik Korupsi Anggaran Covid-19

Plt Kepala BPBD Jember, Moh Djamil dan Kabid II Penta Satria, diminta hadir ke Gedung DPRD Jember, oleh Paniti Khusus (Pansus) Covid-19 pada hari ini, Kamis, 2 September 2021.

 “Pansus Covid-19 menjadwalkan rapat dengar pendapat secara terbuka yang dapat disaksikan langsung oleh media dan masyarakat. Kami memanggil pejabat-pejabat yang patut diduga terlibat,” ungkap Ketua DPR Jember, Itqon Syauqi.

BACA JUGA : Bendahara BPBD Jember Hadiri Panggilan Polisi Serahkan Dokumen

Rapat bukan sekedar rapat. Para politisi sudah menyiapkan daftar pertanyaan-pertanyaan kritis yang harus dijawab oleh pejabat BPBD yang dihadirkan.

Itqon menyebut salah satu contoh pertanyaannya. “Mereka harus bicara yang sebenarnya kepada Pansus. Karena, kami mau tanya apa teori mereka satu mayat kemudian ada Rp100 ribu honor untuk pejabat?,” seru dia.

BACA JUGA : BPBD Jember Punya Dana Puluhan Miliar, Tapi Kenapa Belum Bayar Petugas Makam 6 Bulan?

Menurut Itqon, Pansus Covid-19 berhak untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang melatarbelakangi serta motif dibalik pejabat BPBD, membuat format perhitungan honor pejabat berdasarkan perkalian uang dengan jumlah kematian warga.

Ia menjelaskan, dampak yang terjadi akibat dari honor pejabat itu adalah citra sangat buruk bagi Jember, di mata publik se-Tanah Air. Juga diperkirakan, Jember tengah dalam sorotan oleh dunia internasional. “Karena wabah COVID-19 adanya bukan disini saja,” papar Itqon.

BACA JUGA : Sebulan Pandemi Berjalan Anggaran Tak Dicairkan, Birokrasi Jember Dianggap Miskin Inisiatif

Diharapkan, kasus honor pejabat diselesaikan setuntas-tuntasnya. Sehingga, kelak nama Jember, kembali pulih seiring dengan perbaikan kebijakan menyangkut anggaran yang lebih transparan, akuntabel, serta berdasar azas kepatutan atau etik agar tidak sampai melukai perasaan publik.

Itqon melihat langkah pemulihan mulai tampak lewat permintaan maaf terbuka oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto serta pengembalian honor ke Kas Daerah. Berikutnya, tinggal diteruskan dengan bentuk lainnya yang harus konsisten dengan langkah permulaan tersebut.

“Bupati telah memberikan solusi sangat bagus. Jadi, selain mengembalikan honor, juga akan melakukan langkah terukur dan strategis untuk membenahi birokrasi dan mengevaluasi secara total terkait surat keputusan hingga Peraturan Bupati,” pungkas Itqon.

DPRD di lain sisi sangat menghormati ranah penanganan hukum yang sedang dijalankan Polres Jember dengan menyelidiki dugaan korupsi.(Sut/ina)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu