Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalMalam Tahun Baru, 25 Kendaraan Mau Masuk ke Kota Malang Putar Balik

Malam Tahun Baru, 25 Kendaraan Mau Masuk ke Kota Malang Putar Balik

NUSADAILY.COM – MALANG – Saat malam pergantian tahun, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang melakukan penutupan jalan bagi warga asal luar kota di perbatasan Graha Kencana, Arjosari, Kota Malang, Kamis (31/12/2020) malam. Setidaknya, ada 25 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang diminta putar balik saat mencoba untuk masuk ke Kota Malang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Penyekatan tersebut dimulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 saat malam perayaan tahun baru 2021.

BACA JUGA: Malam Tahun Baru, Kota Malang Diguyur Hujan Deras

“Kalau tadi malam kurang lebih sekitar 20 hingga 25 kendaraan yang putar balik karena mereka tidak menunjukkan surat hasil rapid test,” terang Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution, Jumat (1/1/2021).

Pria yang akrab disapa Rama tersebut menguraikan, warga yang berasal dari luar Kota Malang itu kebanyakan berencana menuju Kabupaten Malang, Kota Batu hingga Blitar.

“Rata-rata itu ada plat L, AG dan B. Ada yang ke Malang Kabupaten juga ada yang ke Blitar. Alasannya liburan,” papar dia.

Penyekatan tersebut, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan massa saat malam pergantian tahun. Sekaligus, merupakan rangkaian dari kegiatan untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) nomor 736/24068/013.4/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pada Pelaksanaan Kegiatan Libur Tahun Baru 2020 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

BACA JUGA: Gubernur Pantau Lalin dari CCTV di Malam Tahun Baru 2021, Jalanan Sepi

“Kami memang melakukan antisipasi saat malam tahun baru. Karena potensi terjadinya kerumunan massa itu terjadi saat malam tahun baru,” tandas dia.

Dia menambahkan, kegiatan penyekatan dan penutupan jalan  berlangsung situasional.

“Kalau untuk sifat kegiatan penyekatan dan penutupan jalan, berlangsung situasional atau melihat kondisi yang ada. Kalau masyarakat sudah patuh dan taat terhadap aturan (baik SE Pemprov Jatim maupun Surat Edaran Walikota Malang No 34), maka tidak akan dilakukan kegiatan penyekatan dan penutupan jalan lagi,” pungkas dia.(nda/lna)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily