Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaNewsRegionalKepala BPBD Jember Pakai Kiasan untuk Tanggapi Puluhan Petugas Makam Tak Gajian...

Kepala BPBD Jember Pakai Kiasan untuk Tanggapi Puluhan Petugas Makam Tak Gajian 6 Bulan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember belum membayarkan honor dan uang saku selama 6 bulan kepada sekitar 21 orang petugas pemakaman yang resmi dipekerjakan untuk menangani pandemi COVID-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Seharusnya, masing-masing petugas berhak atas honor Rp 100 ribu tiap kali memakamkan jenazah positif COVID-19 dan juga uang saku Rp 30 per hari. Hak keuangan hanya dibayar sekali di bulan Maret, namun belum terbayar untuk bulan Januari, Pebruari, April, Mei, Juni, dan Juli.

Nominal honor dan uang saku berdasar dokumen bertajuk ‘Rincian Belanja Tidak Terduga Penggunaan Belanja Tidak Terduga untuk Penanganan Pandemi COVID-19 Tahun 2021 Dalam Rangka Kesiapsiagaan PPKM Darurat dan Penanganan COVID-19 Bulan Juli Tahun 2021’.

Total terdapat pengajuan dana Rp4,3 miliar anggaran yang tengah diajukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dengan dalih menangani pandemi COVID-19 hanya untuk bulan Juli 2021.

Termasuk didalamnya memuat Rp928 juta dan Rp278,4 juta untuk alasan memberi honor sekaligus uang saku bagi 16 orang petugas pemakaman jenazah positif COVID-19 selama 29 hari kerja. Selebihnya, untuk pembelian makan minum petugas, tenda pengungsi, palet tenda, multivitamin, peti mati, kantong jenazah, belanja peralatan, dan membayar penambahan tenaga operasional BPBD.

Sejumlah petugas pemakaman merasa ada tekanan dari internal BPBD seiring munculnya pesan salah seorang pejabat yang mendikte agar masalah ini tidak sampai diungkapkan ke media. Namun, diantara petugas tetap bersedia bersuara pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Syarat dari Mereka hanya Meminta Identitas Dirahasikan

Syarat dari mereka hanya meminta identitasnya dirahasiakan. Seperti yang termuat dalam berita terbitan nusadaily.com berjudul ‘6 Bulan Hak Keuangan Belum Terbayarkan, Petugas Pemakaman Jember Malah Hendak Dibungkam?’.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Jember, Moh Djamil awalnya belum menjawab. Kemudian ia meminta wartawan nusadaily.com datang ke kantornya yang berada di Jalan Danau Toba, Kecamatan Sumbersari.

Djamil awalnya banyak bicara tentang kondisi internal instansinya, kendati mewanti-wanti bukan untuk bahan klarifikasi. Ia juga enggan berkata untuk menjawab pertanyaan dalam konteks wawancara.

Lantas, pria lulusan Sekolah Tinggi Pegawai Dalam Negeri (STPDN) itu memilih untuk langsung membuat pernyataan. Menurut Djamil, titik penekanan dari pesannya terkandung dalam bahasa kiasan.

“Semua ASN bekerja sesuai tugas tanggung jawabnya. Kalau masih ada ASN yang tidak melaksanakan, tetapi justru mengumbar-umbar info-info miring yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, maka yang bersangkutan harus introspeksi. Tidak layak melakukan hal-hal semacam itu. Kalau orang jawa bilang ‘ngerogoh githoke dewe’ lah,” kata Djamil.

Frasa ‘ngerogoh githoke dewe’ adalah kiasan bahasa Jawa. Kurang lebih berarti agar orang berupaya mengetahui bagian lehernya paling belakang yang sulit langsung dilihat, walaupun dengan cermin sekalipun. (sut/aka)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu