Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalCEK FAKTA TIMES Indonesia Video Aksi Pemukulan oleh Polisi di Gedung DPRD...

CEK FAKTA TIMES Indonesia Video Aksi Pemukulan oleh Polisi di Gedung DPRD Kota Malang HOAKS

NUSADAILY.COM – MALANG – Sebuah video kericuhan aksi beredar di media sosial Instagram. Video yang menunjukkan aksi pemukulan oleh polisi. Video tersebut diunggah oleh akun @infomalangraya pada 8 Oktober 2020. Dalam video tersebut dibubuhi narasi sebagai berikut: Kondisi terkini di Gedung DPRD Kota Malang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Tergambar dalam video tersebut aparat kepolisian menghalau sejumlah orang yang berada di dalam gedung. Hingga Kamis (8/10/2020) pukul 19.45 WIB, video tersebut telah ditonton sebanyak 33.227 kali, dan dikomentari sekitar 473 kali.

Dari pantuan nusadaily.com Jumat, 9 Oktober 2020, pukul 18.00 WIB, postingan video dalam akun Instagram @infomalangraya telah dihapus.

CEK FAKTA

Dilansir dari Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, diketahui bahwa peristiwa dalam video tersebut tidak terjadi di Gedung DPRD Kota Malang.  

Penelusuran Tim Cek Fakta melalui mesin pencari menemukan bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak. 

Sejumlah media online menuliskan peristiwa yang terjadi di gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Seperti media siber pontianak.tribunnews.comkalbar.inews.id, dan pontianakpost.co.id.

Dalam laman pontianak.tribunnews.com, menyebut bahwa aksi demonstrasi penolakan Undang Undang Omnibus Law di kantor DPRD Provinsi Kalbar berujung ricuh pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Sejumlah oknum masa tersebut terlihat membakar berbagai barang yang ada di lokasi yang kemudian menimbulkan perselisihan di antara massa yang lantas menimbulkan kekacauan.

Petugas kepolisian pun langsung membubarkan masa tersebut dengan menembakkan gas air mata ke arah masa, yang dibalas dengan lemparan berbagai benda ke arah polisi. sebagian besar massa telah berhasil didesak mundur dari gedung DPRD Provinsi Kalbar. 

Terlihat dalam foto yang dimuat dalam berita, tampak bagian dalam gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Interior gedung tersebut sama persis dengan yang terlihat dalam video yang diunggah di Instagram oleh akun @infomalangraya. 

Sumber: Aksi Tolak UU Omnibus Law di Kalbar Berujung Ricuh, Polisi Bubarkan Paksa Massa | Tribun Pontianak

Selain Tribunnews, laman pontianakpost.co.id juga menuliskan peristiwa yang terjadi di kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (8/10/2020). Disebutkan dalam laman tersebut,aksi gabungan organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat dan masyarakat sipil digelar di halaman gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat berlangsung ricuh. Oknum massa melakukan perusakan fasilitas di gedung DPRD Kalbar.

Disebut juga, suasana aksi kacau balau setelah aksi perusakan. Aparat keamanan meledakkan gas air mata dan memukul mundur pengunjuk rasa. Sebagian pendemo memilih untuk keluar gedung DPRD Kalbar, sebagian lagi bertahan dan mencari tempat aman.

Sumber: Aksi Tolak UU Omnibus Law di Kalbar Berujung Ricuh, Polisi Bubarkan Paksa Massa | Tribun Pontianak

Selanjutnya untuk memastikan, Tim Cek Fakta membandingkan kantor DPRD Kalbar dengan gedung DPRD Kota Malang. Hasil penelusuran menunjukkan perbedaan bentuk bangunan. Salah satunya tampak pada bentuk pagar kayu dan ornamen bunga pada tembok. 

Selain itu, di gedung DPRD Kota Malang tidak terdapat ornamen bunga, sebagaimana tergambar dalam video yang diunggah akun @infomalangraya.

Tangkapan layar dalam video yang diunggah akun IG @infomalangraya
Foto-foto bagian dalam gedung DPRD Kota Malang. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran tim Cek Fakta, dapat disimpulkan bahwa video aksi pemukulan oleh polisi yang diunggah di Instagram oleh akun IG @infomalangraya tersebut tidak terjadi di gedung DPRD Kota Malang, namun di kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context. Artinya, konten disajikan dengan narasi konteks yang salah.

False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada. (cak)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily