Nurfaizah dan Sutoyo Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Rp46 Miliar

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memanggil dua orang saksi yakni Nurfaizah dan Sutoyo dalam penyelidikan kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2011-2016.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, Nurfaizah dan Sutoyo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi (NHD) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus ini.

"
"

Baca Juga

"
"

“Iya, yang bersangkutan diagendakan sebagai saksi untuk tersangka NHD,” kata Ali kepada wartawan di Jakarta, Rabu 16 September 2020.

BACA JUGA: Ealah… ED Wabup Yalimo Tabrak Polwan Hingga Tewas, Ternyata tak Punya SIM dan Diduga Mabuk

Sebagaimana diketahui, KPK pada 16 Desember 2019 lalu telah menetapkan tiga tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada tahun 2011-2016.

Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Rezky Herbiyono (RHE) pihak swasta, yang juga menantu dari Nurhadi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi.

Gratifikasi

Mengenai kasus gratifikasi Rp46 miliar itu terkait dengan pengurusan sejumlah perkara di MA pada tahun 2011-2016. Sedangkan Hiendra selaku Direktur PT Multicon Indraja Terminal ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono (RHE) dijerat Pasal 12 Huruf a atau Huruf b subider Pasal 5 ayat (2) lebih subider Pasal 11 dan atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu Hiendra juga dijebloskan ke dalam penjara karena melanggar Pasal 5 ayat (1) Huruf a atau Huruf b subider Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

BACA JUGA: BUMN Respon Kritik Ahok: Semua Penugasan dari Kementerian, Termasuk Pak Ahok

Sebelumnya, Nurhadi juga terlibat perkara lainnya yang ditangani oleh KPK, yaitu penerimaan suap senilai Rp150 juta dan 50.000 dolar AS terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Dia yang berasal dari mantan Presiden Komisaris Lippo Group, Eddy Sindoro, agar melakukan penundaan pelaksanaan pemanggilan terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana dan menerima pendaftaran peninjauan kembali PT Across Asia Limited. (Dan)

Post Terkait

banner 468x60