Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsMetropolitanBareskrim Periksa Mantan Lurah Grogol Selatan terkait Kasus Djoko Tjandra

Bareskrim Periksa Mantan Lurah Grogol Selatan terkait Kasus Djoko Tjandra

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Penyidik Bareskrim Polri, memeriksa mantan Lurah Grogol Selatan Asep Subhan, terkait kasus pelarian Djoko Tjandra sejak pukul 10.00 WIB tadi. Asep diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan pembuatan surat jalan palsu Djoko Tjandra.

“Ya jadwal pemeriksaan pukul 10.00,” ucap Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi, Selasa 18 Agustus 2020.

Pemeriksaan Asep untuk mendalami proses pembuatan KTP-el Djoko Tjandra.

Sementara itu, Sambo mengungkapkan, pada Rabu 19 Agustus 2020, penyidik juga akan memeriksa Djoko Tjandra. Pemeriksaan masih belum dipastikan apakah dilakukan di rutan atau Bareskrim Polri.

“Besok periksa Djoko Tjandra sebagai tersangka pengguna dokumen palsu sebagaimana Pasal 263 ayat 2 KUHP,” ungkap Sambo.

Sebelumnya, penyidik melakukan gelar perkara dan menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka, penggunaan dokumen palsu. Penyidik juga telah menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo dalam kasus yang lama.

Seperti diketahui, Djoko merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (Cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, Kejaksaan pernah menahan Djoko. Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatan itu bukan perbuatan pidana melainkan perdata.

Pada Oktober 2008, Kejaksaan mengajukan Peninjauan Kembali (PK), terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung. Pada 11 Juni 2009, Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan jaksa. Majelis hakim memvonis Djoko dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta. Uang milik Djoko Tjandra di Bank Bali sebesar Rp546,166 miliar, dirampas untuk negara. Imigrasi juga mencekal Djoko Tjandra.(via/aka)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Tak Hanya Mobil, Motor Mewah pun Diusulkan Dilarang Pakai Pertalite

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Mobil di atas 2.000 cc bukan satu-satunya kendaraan yang diusulkan agar tidak lagi bisa mengkonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite. Badan...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri, memeriksa mantan Lurah Grogol Selatan Asep Subhan, terkait kasus pelarian Djoko Tjandra sejak pukul 10.00 WIB tadi. Asep diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan pembuatan surat jalan palsu Djoko Tjandra.

"Ya jadwal pemeriksaan pukul 10.00," ucap Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi, Selasa 18 Agustus 2020.

Pemeriksaan Asep untuk mendalami proses pembuatan KTP-el Djoko Tjandra.

Sementara itu, Sambo mengungkapkan, pada Rabu 19 Agustus 2020, penyidik juga akan memeriksa Djoko Tjandra. Pemeriksaan masih belum dipastikan apakah dilakukan di rutan atau Bareskrim Polri.

"Besok periksa Djoko Tjandra sebagai tersangka pengguna dokumen palsu sebagaimana Pasal 263 ayat 2 KUHP," ungkap Sambo.

Sebelumnya, penyidik melakukan gelar perkara dan menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka, penggunaan dokumen palsu. Penyidik juga telah menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo dalam kasus yang lama.

Seperti diketahui, Djoko merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (Cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, Kejaksaan pernah menahan Djoko. Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatan itu bukan perbuatan pidana melainkan perdata.

Pada Oktober 2008, Kejaksaan mengajukan Peninjauan Kembali (PK), terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung. Pada 11 Juni 2009, Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan jaksa. Majelis hakim memvonis Djoko dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta. Uang milik Djoko Tjandra di Bank Bali sebesar Rp546,166 miliar, dirampas untuk negara. Imigrasi juga mencekal Djoko Tjandra.(via/aka)