Keluar dari Krisis Pandemi Covid-19, Ini Pesan As’ad Said Ali

  • Whatsapp
Dr. KH Said Ali, eks Wakil Kepala BIN. (Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Ketua Umum PBNU (2010-2015), Dr K H As’ad Said Ali mengatakan, di tengah mewabahnya Covid-19 ini, umumnya masyarakat merasa cemas. Bukan hanya karena ancaman wabah, tetapi sebagian bahkan menghadapi kesulitan hidup sehari-hari. Dua hal inilah pula yang menjadi masalah pemerintah, Pandemi Covid 19 dan persoalan ekonomi.

Sayangnya, di tengah masalah-masalah tersebut, masih ada kecenderungan yang harus diwaspadai. “Yakni, polarisasi masyarakat dari sisa-sisa Pilpres yang lalu. Kami berharap duet Jokowi-Kiai Maruf Amin tetap solid dalam menghadapi masalah bangsa kita,” tutur As’ad Said Ali, Selasa, 7 April 2020.

Baca Juga

Kalau direnungkan, menurut eks-Wakil Kepala BIN ini, kita bangsa Indonesia sejauh ini, kondisinya masih lebih baik dibanding berbagai bangsa lain. Sejumlah bangsa , jumlah kasus jauh lebih tinggi misalnya Amerika Serikat mencapai diatas 350 ribu jiwa dan angka kematian lebih dari 10 ribu jiwa, terbesar di dunia.

Jerman, Spanyol, Italia, Perancis berkisar pada angka 100 ribu kasus. China dan Inggris antara 50 sampai 80 ribu kasus. Dua negara Muslim, Turki dan Iran masing masing 30 dan 60 ribu kasus. Kecuali China, bangsa bangsa tersebut termasuk Ras Kaukasian.

“Sedangkan Indonesia masih sekitar 2500 kasus dan angka kematian 209 jiwa (hinga 6 April 2020). Jadi kondisinya masih lumayan lebih baik dibanding dengan ras kaukasian. Kita masih bisa bicara “untung“ jumlah relatif tidak besar. Kita masih mendapat kasih sayang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) dan semestinya mensyukurinya,” tutur As’ad Said Ali, di akun facebooknya.

Namun di tengah situasi belum redanya Covid 19, kita mesti terus berikhtiar sesuai kemampuan masing-masing untuk menjaga keluarga dan lingkungan sejalan dengan upaya pemerintah . Kita nggak mungkin di dalam rumah sepanjang hari. Tetapi juga keluar rumah untuk suatu keperluan hidup (misalnya untuk mencukupi ekonomi keluarga).

Kegiatan ekonomi dan sosial tidak boleh berhenti, mungkin agak berkurang. Kalau boleh saya menyarankan, jika beraktivitas di luar, ikutilah anjuran WHO, pakai masker dan jaga jarak 2 meter demi keamanan bersama.

“Insya Allah, kita semua berharap, wabah mereda dalam bulan ini. Walllahu A’lam,” tuturnya. (red)