Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimTidak Ada Toleransi Guru, Siswa dan Kasek yang Ekspektasi ke Ideologi Lain

Tidak Ada Toleransi Guru, Siswa dan Kasek yang Ekspektasi ke Ideologi Lain

Gubernur Lengkapi “Pasukan” di Dinas Pendidikan Lawan COVID-19

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melengkapi “pasukannya” di lingkungan Dinas Pendidikan Pemprov Jatim melawan COVID-19 dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Sedikitnya 60 pejabat dilantik dalam dua sesi dengan protokol kesehatan ketat. Melewati bilik sterilisasi disinfektan, menjaga jarak, dan memakai masker.

Pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat yang promosi/naik jabatan, mengisi jabatan kosong dan merotasi ke tempat lain yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pendidikan Nasional Provinsi Jatim ini harus beradu kecepatan, tetapi memikirkan harmoni yang diwujudkan.

Khofifah, tidak akan mentoleransi ada oknum baik dari kalangan siswa, guru, kepala sekolah atau pejabat struktural di lingkup Dinas Pendidikan yang tidak mau menghormat bendera, tidak mau ikut upacara, tidak mengakui UUD 1945, dan tidak mengakui ideologi negara Pancasila.

Dengan komando Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, tidak ada pejabat atau unsur di lingkungan Dinas Pendidikan yang masih menoleh kiri dan kanan, apalagi berekspektasi terhadap ideologi lain selain Pancasila.

“Jika ada fenomena seperti itu, tidak mau upacara, menghormat bendera, dan tidak mensyukuri Pancasila baik dari kalangan siswa, guru, kasek, atau pejabat struktural Dinas Pendidikan, maka pejabat yang baru dilantik harus mengambil sikap. Lakukan pendekatan. Jika tidak bisa maka dilanjutkan dengan penindakan,” tegas Khofifah.

Pejabat yang telah disumpah ini wajib melakukan upaya pendekatan, kepada yang bersangkutan jika alasan itu karena teknis, waktu atau terlambat upacara tidak masalah tetapi kalau ada alasan yang bersifat ideologis harus ada tindakan tegas.

Dampak Negatif Gadget

Gubernur Khofifah menyampaikan adanya kekhawatiran akibat negatif dari pemakaian gadget di kalangan siswa dan masyarakat. Atau akibat interaksi virtual lain melahirkan tindakan yang tidak diinginkan semisal berekspektasi terhadap ideologi lain selain Pancasila, maka ini yang harus diambil tindakan tegas.

Dia juga berharap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, saat ini harus memilah milah siswa yang tidak memiliki kapasitas keuangan membeli paket data dalam rangka pembelajaran virtual, di tengah pandemi Covid ini.

“Hendaknya dipikirkan bagaimana siswa yang tidak ada WiFi di rumah, dan tidak punya kemampuan untuk itu agar mereka bisa mendapat ruang tetap belajar di rumah. Kebijakan selama Covid ini menjadi tugas Dinas Pendidikan mencari solusi agar belajar di rumah tidak mengurangi kualitas pendidikan Jatim,” ujarnya lagi.

Sekadar diketahui, anggaran pendidikan di APBD Pemprov Jatim, sekitar 35,6 persen dirasa cukup untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Jatim dalam meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim yang tinggi, meski di tengah situasi yang sulit saat ini, wabah COVID-19.(ima)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily