Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimSebelum Buat Petasan, Lima Pemuda Wonokoyo Kota Malang Sempat Minta Izin Ketua...

Sebelum Buat Petasan, Lima Pemuda Wonokoyo Kota Malang Sempat Minta Izin Ketua RT

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Sebelum membuat petasan hingga meledak dan hancurkan sebuah musala, ternyata kelima pemuda asal Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang sempat meminta izin ke Ketua RT setempat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Junaedi (49).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Sebelum kejadian (ledakan petasan), terjadi, mereka minta izin ke saya untuk membuat petasan. Kalau enggak salah, sebulan yang lalu mereka datang dan minta izinnya itu. Namun, saya tidak memberikan izin karena berbahaya, selain itu kondisinya masih dalam pandemi Covid 19,” terang dia, Minggu (11/7/2021).

BACA JUGA: Petasan Meledak, 1 Orang Warga Malang Tewas Mengenaskan 4 Luka-luka

Junaedi menduga, mereka sengaja membuat petasan di musala. Agar tidak dicurigai oleh warga sekitar.

“Mereka membuat petasan secara diam-diam, apalagi kan membuat petasannya saat malam hari. Di saat kondisi sepi dan semua orang sudah tertidur,” kata dia.

Lebih lanjut, Junaedi menduga, kelima pemuda tersebut membuat petasan untuk dinyalakan saat momen Idul Adha. Sebab, sebelumnya, mereka juga pernah membuat petasan.

“Mereka membuat petasan, untuk dinyalakan saat Idul Adha. Tujuh tahun yang lalu, mereka pernah bikin petasan. Setelah itu, mereka tidak pernah membuat petasan sama sekali,” papar dia.

Kemudian, tahun 2021 ini, para korban memiliki keinginan kuat untuk membuat petasan. Mereka juga membuat petasan secara diam diam, agar tidak diketahui oleh warga sekitar.

Lihat Idul Adha di Ngebruk Ada Pesta Petasan

“Mereka lihat di Ngebruk, (Desa Ngebruk, Kab. Malang) ada hal itu (Hari Raya Idul Adha dirayakan dengan petasan). Akhirnya, mereka membuat petasan,” tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan petasan terjadi pada Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 22.30, di Musala Al Ikhlas, yang terletak di Jalan Kalisari, RT 6 RW 2, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Akibat kejadian itu, empat orang mengalami luka bakar di bagian wajah dan kaki. Sedangkan satu orang meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), karena mengalami luka parah di bagian kaki.

BACA JUGA: Tragis, Gegara Petasan Tubuh Pria Muda di Kediri Terbagi Dua

Empat korban yang mengalami luka bakar itu adalah Hasan Bisri, Nurrochim, Agus, dan Isnandar. Semuanya, berusia antara 30-35 tahun. Sedangkan, korban yang meninggal dunia bernama Ahmad Fitri berusia 27 tahun. Seluruh korban ledakan petasan tersebut, merupakan warga RT 6 RW 2, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Diduga, ledakan itu terjadi dari bubuk petasan yang tidak sengaja meledak karena mengalami gesekan.

Saat ini, kasus ledakan petasan itu telah ditangani oleh Satreskrim Polresta Malang Kota. Sementara, musala yang menjadi tempat kejadian perkara, masih dipasangi garis polisi.

Terlihat, kondisi musala rusak parah di bagian dalam. Sedangkan, seluruh kaca musala pecah berantakan. Tidak hanya itu, beberapa plafon eternit di bagian samping musala juga lepas.(nda/aka)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR