Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaNewsJatimPemprov Jatim Sebut Klaster Keluarga Jadi Faktor Utama Tingginya Kasus Positif Covid-19...

Pemprov Jatim Sebut Klaster Keluarga Jadi Faktor Utama Tingginya Kasus Positif Covid-19 Pada Anak

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) menyebut klaster keluarga jadi faktor utama meningginya kasus positif Covid-19 pada anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Andriyanto menuturkan bahwa hingga 18 Juli sudah ada 226.521 kasus positif di Jawa Timur. Dari jumlah itu ada 19.978 anak yang positif Covid-19.

“Ini menyedihkan, klaster keluarga terus naik. Dan ada 89 anak-anak yang meninggal karena Covid-19. Sebanyak 42 anak usia 0-5 tahun dan 47 anak usia 6–18 tahun,” ujar Andriyanto, Sabtu (24/07/2021).

Dalam keterangannya, Andriyanto mengatakan jika kejadian lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Timur ini banyak terjadi pada klaster keluarga. Lonjakan klaster keluarga bermula dari penyebaran virus yang berasal dari anggota keluarga atau orang yang tinggal satu rumah.

BACA JUGA: Cegah Munculnya Klaster Keluarga, Wali Kota Surabaya Siapkan Tempat Isolasi di Tiap Kelurahan

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan klaster keluarga semakin masif antara lain membiarkan anak-anak bermain bersama di lingkungan komplek atau perumahan tanpa protokol kesehatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa penyebaran Covid-19 berawal dari seseorang yang sudah lebih dahulu tertular lalu menularkannya pada anggota keluarga lain. Adanya kematian pada anak ini sudah menjadi peringatan, apalagi kasus yang meninggal dunia lebih dari satu.

“Kegiatan berkumpul warga pun menjadi cara virus corona menyebar dari satu orang yang terinfeksi ke orang lain dengan mudah. Sebab, biasanya saat warga sudah berkumpul, jaga jarak sulit sekali diterapkan. Ukurannya kalau ada satu anak meninggal saja itu sudah wabah, ini sudah 89 anak yang meninggal. Jadi kita harus benar-benar waspada,” jelasnya.

BACA JUGA: Ketua DPR: Anggaran Penanganan COVID-19 Juga Untuk Lindungi Anak

Tidak hanya itu, Andriyanto juga menambahkan bahwa sebenarnya anak-anak itu sulit sekali terpapar. Namun, Covid-19 ini sudah ada ribuan anak yang terpapar. Sehingga kondisi saat ini menurutnya, sudah masuk wabah bagi anak-anak.

“Tapi bukan karena beratnya kurang saja ya, tapi mereka yang obesitas juga masuk kategori gizi buruk juga,” pungkasnya.(jar/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu