Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaNewsJatimKemenag Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Dukung Usut Tuntas Kasus Mas Bechi

Kemenag Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Dukung Usut Tuntas Kasus Mas Bechi

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Merespons permintaan Bareskrim Polri, Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur. Demi menuntaskan pengusutan kasus pencabulan yang dilakukan anak kiai berinisial MSAT alias Mas Bechi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, mengungkapkan jika nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan.

“Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat,” kata Waryono dalam siaran pers, Kamis (7/7/2022).

BACA JUGA: Bareskrim Polri Imbau Orang Tua Tarik Anaknya dari Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

Tindakan tegas ini diambil karena pihak pesantren dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap Mas Bechi sebagai DPO kasus pencabulan santri.

Waryono mengatakan, pencabulan bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum. Namun juga perilaku yang dilarang ajaran agama.

“Kemenag mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” terang Waryono, mengutip detikcom.

Menurut Waryono, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kankemenag Jombang, serta pihak-pihak terkait.

BACA JUGA: Suporter Ricuh, Pertandingan Liga Santri di Jombang Terpaksa Distop

Tujuannya untuk memastikan bahwa para santri tetap dapat melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

“Yang tidak kalah penting agar para orang tua santri ataupun keluarganya dapat memahami keputusan yang diambil dan membantu pihak Kemenag. Kemenag akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri,” pungkas Waryono.

Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto meminta dukungan warga serta pemerintah, khususnya Kementerian Agama untuk membantu polisi mengungkap kasus dugaan pencabulan yang dilakukan tersangka.

BACA JUGA: Kasus Anak Kiai Jombang Jadi Isu Nasional, Ketua PBNU: Kita Ikut Malu

“Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk menuntaskan masalah tersebut. Menarik semua putra-putrinya untuk pindah ke ponpes yang lebih aman dari kemungkinan menjadi korban kekerasan seksual, masyarakat tidak memasukkan putra-putrinya ke ponpes tersebut,” kata Agus, Kamis (7/7/2022).

Agus menegaskan, upaya penegakan hukum terhadap MSAT merupakan upaya untuk mewujudkan ketertiban masyarakat.

“Bahkan pemilik ponpes yang notabene orang tua pelaku justru meminta tidak ditangkap, tentunya aparat kepolisian di daerah tersebut sangat mempertimbangkan aspek Kamtibmas,” ucap dia.(lna)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Nepal dan China Adakan Pertemuan Bahas Situasi di Selat Taiwan

NUSADAILY.COM-  JAKARTA - China mengumumkan hibah 15 miliar rupee kepada Nepal pada hari Rabu untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang dipilih oleh Nepal untuk tahun...