Rabu, Januari 19, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimDirpolair Polda Jatim Bongkar Bisnis Ilegal Benur Lobster

Dirpolair Polda Jatim Bongkar Bisnis Ilegal Benur Lobster

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Direktorat Kepolisian Perairan (Polair) Polda Jawa Timur, menggagalkan penyelundupan benih lobster atau benur, di wilayah pantai Jolo Sutro Blitar, dan Tulungagung, pada 18 Januari lalu. Dari penangkapan ini polisi mengamankan ribuan benur.

Informasi yang dihimpun, kasus terbongkar setelah informasi masuk dari masyarakat setempat.

Akhirnya petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengendus transaksi yang dilakukan oleh para pelaku.

Kedua pelaku CN (24) dan IM (38) berhasil ditangkap saat proses transaksi. Transaksi ini tergolong ilegal dan kategori penyelundupan keluar Indonesia karena melanggar Undang – undang dan Peraturan Kementerian KKP.

Pelaku saat diinterogasi mengaku mendapatkan benur tersebut dari nelayan di kawasan Tulungagung. Selanjutnya pelaku mengemas benur berbagai jenis itu ke dalam kantong plastik dan diberi oksigen untuk kemudian dijual ke seseorang yang akan dikirim ke luar negeri.

Kata pelaku, benur – benur itu dijual kembali dengan harga bervariasi. Satu ekor benur jenis mutiara dibanderol Rp 30 ribu, sedangkan jenis pasir per ekor dijual Rp 9 ribu.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, ribuan ekor benih lobster ini telah berhasil diamankan.

“Dari hasil penangkapan ini, kita berhasil mengamankan 3.149 ekor benih lobster, dengan rincian jenis mutiara sebanyak 1.936 ekor, dan jenis pasir sebanyak 1.213 ekor,” bebernya, dalam siaran pers didampingi Dir Pol Air Kombes Pol Arnapi.

Pelaku Harus Bertanggungjawab

Kini, pelaku perusak ekosistem laut dan memgancam kepunahan benur berkualitas itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.

Sesuai Undang – undang RI No 11 tahun 2000, pasal 92 tentang Omnibus Law bidang perikanan, juncto UU RI No 45 tahun 2009 yang diubah sebagaimana UU No 31 tahun 2004 tentang Perikanan, menyatakan barang siapa melakukan usaha perikanan tanpa memiliki izin maka dikenakan pidana.

“Ancaman hukumannya paling lama 8 tahun dan denda paling banyak adalah satu miliar lima ratus juta rupiah,” tegasnya.

Untuk selanjutnya barang bukti benur akan dilepas liarkan ke habitat semua setelah proses penyidikan diselesaikan guna mengantisipasi kematian.

Kasus ini menjadi sorotan negara dan atensi karena melanggar Undang undang dan merusak kelangsungan ekosistem laut. Jika benur ini habis maka akan punah. Sementara lobster ini hanya hidup di perairan Indonesia. Jika diselundupkan ke Vietnam maka Indonesia ke depan akan menjadi pengimpor benur. Karena benih lobster punah akibat penjualan dan penyelundupan ini.(ima/aka)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily