Gatot Ungkap Alasan Dicopot dari Jabatan Panglima TNI karena Film G30S PKI

  • Whatsapp
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – JAKARTA – Presidium Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, ungkap alasan ia dicopot dari jabatan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga

Gatot Nurmantyo menilai, pencopotan tersebut disebabkan kebijakan yang menginstruksikan jajarannya agar menyelenggarakan nonton bareng (nobar) film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) secara serempak di seluruh wilayah Indonesia. Tiap tanggal 30 September, memang akan selalu diingat sebagai peristiwa pembunuhan oleh PKI.

“Pada saat saya menjadi Panglima TNI, saya perintahkan jajaran untuk menonton (film) G30S PKI,” kata Gatot dikutip dari YouTube Hersubeno Point pada Rabu, 23 September 2020.

Dia dicopot dari jabatan Panglima TNI pada penghujung tahun 2017, padahal masa pensiunnya pada Maret 2018.

Bisikan dari Politisi PDIP

Saat itu, Gatot mengaku punya sahabat dari salah satu partai. Namun, Gatot tidak menyebutkan nama sahabatnya itu. Menurut dia, sahabatnya sudah mengingatkannya agar setop rencana nonton film G30S PKI. Jika dilanjutkan rencana tersebut, maka posisinya sebagai Panglima TNI terancam.

“Saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai saya sebut saja PDIP menyampaikan, Pak Gatot hentikan itu. Kalau tidak, Pak Gatot akan diganti. Saya bilang terima kasih, tapi saya gas karena ini (komunisme) benar-benar berbahaya. Dan benar, saya diganti,” dilansir dari viva.co.id.

Di samping itu, Gatot mengamati tentang kemungkinan-kemungkinan gerakan PKI gaya baru bangkit di negeri ini sejak 2008. Karena, seluruh pelajaran tentang sejarah G30S PKI ditiadakan sejak tahun 2008.

Gatot mengatakan, munculnya RUU HIP adalah salah satu indikasi bahwa bangkitnya PKI semakin tampak. Bangkitnya PKI ditandai dengan dihapusnya sejarah tentang G30S PKI di seluruh sekolah dan strata. Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya karena bisa membuat generasi muda tentang adanya PKI.

Dilansir dari pikiran-rakyat.com, Hal itu menunjukkan, ada pihak yang ingin pancasila diganti. Dan apabila pancasila diganti, berarti ada pula keinginan untuk mengganti negara ini.

 “Ini suatu hal yang paling berbahaya. Saya dapat informasi sehingga saya memaksakan membungkus semua gerakan ini dengan proxywar. Belum saatnya saya membuka bahwa itu adalah gerakan mereka. Memang, gerakan ini tidak bisa dilihat bentuknya tapi dirasakan bisa,” jelas  Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (ark)

Post Terkait

banner 468x60