Senin, Oktober 18, 2021
BerandaNewsEkonomiSaham Bukalapak Turun Tak Berhenti, Pembeli Saham Panik

Saham Bukalapak Turun Tak Berhenti, Pembeli Saham Panik

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Saham PT Bukalapak Tbk (BUKA) melanjutkan pelemahannya pada Rabu kemarin.

Posisi saham BUKA kini semakin jauh di bawah harga saat emiten ini mencatatkan perdana sahamnya di pasar modal

BACA JUGA : Mansek: 70 Persen Pemesan Saham IPO Bukalapak Adalah Nasabah Milenial

Melansir data perdagangan BEI, saham BUKA pada perdagangan Rabu kemarin berkurang 40 poin atau 5,44% ke posisi Rp 695 per lembar.

Posisi itu merupakan level terendah sejak perusahaan mencatatkan sahamnya di pasar modal.

Bahkan sudah jauh di bawah harga saat penawaran umum atau IPO di level Rp 850. Jika dihitung dari harga penawaran hingga posisi hari ini maka saham BUKA sudah turun 22%.

Pada Selasa (12/10), bahkan saham BUKA turun hingga menyentuh batas penurunan terendah atau auto reject bawah (ARB) dengan melemah 6,37% ke level Rp 735.

BACA JUGA : Bukalapak Buka Peluang Kerja Sama Dengan Kementan

Saham BUKA pertama kali dicatatkan di pasar modal pada 6 Agustus 2021 dengan harga penawaran awal Rp 850.

Di hari pertama perdagangannya, saham BUKA langsung melejit dengan 24,71% ke posisi Rp 1.060.

Sektor E-Commerce

Euforia IPO BUKA memang begitu besar saat itu. Banyak pelaku pasar menantikan emiten pertama dari sektor e-commerce yang sudah berstatus unicorn tersebut.

Meski begitu sempat ada selintingan kabar tak menyedapkan terkait penggunaan influencer untuk mendongkrak saham BUKA.

BACA JUGA : 13 Juta Data Pengguna Bukalapak Diretas, Pengelola: Itu Kejadian Tahun Lalu

Sebab di hari pencatatan saham BUKA, sorak-sorai Bukalapak IPO ternyata menggema di media sosial seperti Twitter.

Hashtag #BukalapakIPO diramaikan banyak pihak, termasuk para pesohor influencer serta selebtwit. Menariknya mereka posting dengan menampilkan foto tangkapan layar pencatatan saham IPO Bukalapak yang sama persis

Namun ternyata euforia itu hanya sebentar. Pada perdagangan 10 Agustus 2021, saham BUKA turun bahkan sampai level paling bawah atau menyentuh auto reject bawah (ARB). Turun 6,76% ke level Rp 1.035.

Keesokan harinya saham BUKA kembali naik begitu tinggi hingga menyentuh level Rp 1.100. Namun setelah itu, pada 13 Agustus 2021 saham BUKA anjlok lagi ke level Rp 860. Dari situ terlihat begitu besarnya naik dan turun saham BUKA.

BACA JUGA : Konsumen Diingatkan Untuk Waspadai Kejahatan Siber pada Momen Lebaran

Pada 16 Agustus saham BUKA sempat naik lagi ke level Rp 1.020. Namun lagi-lagi keesokan harinya kembali turun ke level Rp 885.

Di 19 Agustus 2021 saham BUKA juga kembali turun ke level Rp 840 atau sudah di bawah harga IPO. Lalu keesokan harinya turun lagi ke Rp 795.

Dari tren penurunan awal banyak dari pelaku pasar yang membeli saham BUKA panik. Mereka bahkan menunjukkan kekesalannya di Playstore. Bahkan ada juga yang mengobral saham BUKA di lapak e-commerce Bukalapak sendiri.(han)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Lakon Dewi Sri Boyong, Asa Bangkit dari Keterpurukan Dampak Pandemi

Pagelaran Wayang Kulit HUT ke-20 Kota Batu NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Pementasan wayang kulit digelar Kota Batu dalam rangkaian peringatan hari jadi Kota Batu. Tepat di tanggal...