Antisipasi Virus Corona, Kemendag Hentikan Sementara Impor Binatang Hidup dari RRT

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) ini merupakan tindakan tegas Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto. Dalammerespons kondisi darurat, kesehatan publik secara global akibat penyebaran wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.

Untuk mengantisipasi masuknya virus corona dari Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kementerian Perdagangan menghentikan sementara impor binatang hidup dari RRT atau importasi binatang hidup yang telah transit dari RRT.

Baca Juga

Selanjutnya, penghentian impor sementara yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Mendag) Nomor 10 Tahun 2020 tentang “Larangan Impor Sementara Binatang Hidup dari RRT” ini hanya khusus binatang hidup dan bukan produk barang lainnya.

Menteri kelahiran Jakarta ini meminta penghentian impor sementara ini tidak disalahtafsirkan ke semua produk yang berasal dari RRT. Permendag Nomor 10 Tahun 2020 ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan pada 7 Februari 2020.

“Menyikapi merebaknya wabah virus corona di Tiongkok tersebut, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pelarangan untuk impor jenis binatang hidup yang berasal dari Tiongkok atau transit di Tiongkok ke dalam wilayah Indonesia,” kata mendag di Jakarta Kamis,13 Februari 2020.

Saat ini, ada jenis binatang yang dilarang importasinya terdiri dari 53 pos tarif barang, antara lain kuda, keledai, bagal, dan hinnie hidup, binatang hidup jenis lembu, babi hidup, biri-biri dan kambing, hidup, unggas hidup, yaitu ayam dari spesies gallus domesticus, bebek, angsa, kalkun dan ayam guinea, serta binatang hidup lainnya yang menyusui.

Selain itu, larangan impor juga termasuk pada binatang hidup contohnya yang ada pada komedi putar, ayunan, galeri tembak dan permainan taman hiburan lainnya, dan binatang hidup pada sirkus keliling dan travelling menagerie, serta teater keliling.

“Namun, pelarangan tersebut sifatnya sementara (temporary) sampai wabah virus corona mereda,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) ini menegaskan, importir wajib mengekspor kembali ke negara asal atau memusnahkan binatang hidup yang dilarang tersebut yang tiba di pelabuhan Indonesia saat Permendag ini berlaku.

Waktu ketibaan binatang hidup di pelabuhan Indonesia, ini dibuktikan dengan tanggal pengajuan dokumen pemberitahuan pabean dalam rangka impor berupa dokumen BC 1.1, BC 2.0, BC2.1,BC 2.2, BC 2.3, BC 1.6, PPFTZ-01, atau consignment note.

“Biaya atas pelaksanaan ekspor kembali atau pemusnahan adalah tanggung jawab Importir,” tegasnya.

Oleh karena itu, bagi importir yang tidak melaksanakan kewajiban mengekspor kembali ke negara asal atau memusnahkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Via)

Post Terkait

banner 468x60