Dirlantas Polda Jatim: Penyekatan Kemungkinan Diperpanjang Hingga 24 Mei

  • Whatsapp
jawa timur
Kombes Pol Latif Usman Dirlantas Polda Jatim saat melakukan pemeriksaan di pos penyekatan arus mudik dan balik di pos perbatasan Jatim - Jateng, Sabtu (15/5). (Riyanto/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Operasi Ketupat Semeru 2021 dijadwalkan akan berakhir Senin besok 17 Mei 2021. Namun kemungkinan penyekatan akan diperpanjang hingga sepekan kedepan, tanggal 24 Mei 2021. Hal ini dikatakan Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman saat sidak di pos penyekatan mudik perbatasan Jatim – Jateng di Cemorosewu Magetan Sabtu (15/5) malam.

“Sesuai ketentuan siapa pun yang melintas antar provinsi akan kita lakukan pengecekan yaitu surat keterangan dari dinas atau tempat dia bekerja, dan dia harus bebas Covid-19. Kita akan lebih perketat sampai dengan nanti tanggal 17, dan mungkin akan diperpanjang sampai dengan tanggal 24,” jelas Kombes Latif Usman.

Baca Juga

BACA JUGA: Antisipasi Mudik Setelah Lebaran, Penyekatan Dilakukan Hingga 17 Mei

Dikatakan Kombes Latif, bahwa sejak oprasi digelar tanggal 6 mei hingga hari ini, sebanyak 543 ribu kendaraan telah diperiksa.

“Sebanyak 43 ribu lebih kendaraan yang hendak melintas memasuki provinsi Jatim maupun antar rayon kita putar balik karena tidak memiliki surat keterangan keluar masuk san surat bebas Covid-19. Begitu juga sebaliknya orang yang akan keluar dari Jawa Timur akan dilakukan pemeriksaan,” paparnya.

BACA JUGA: H – 1 Idul Fitri, Jalur Penyekatan Mudik Cemorosewu Magetan Mulai Lengang

“Hari ini kita lakukan hal yang sama, kita lakukan pemeriksaan terhadap siapa saja yang ingin masuk Jawa Timur maupun keluar dari Jawa Timur. Orang yang melintas wajib memiliki surat ijin keluar masuk dan surat bebas dari COVID-19, bagi TNI Polri dan ASN Wajib bisa menunjukkan surat tugas. Bila tidak akan kita putar balik,” tegasnya.

Selain itu, akan dilakukan random rapid test antigen terhadap mereka yang melintas.

“Selama penyekatan sudah kita lakukan pemeriksaan rapid test terhadap 3000 orang, terdapat 21 orang reaktif. Artinya tidak ada temuan yang signifikan, mudah-mudahan tidak akan bertambah lagi,” paparnya.

Lebih lanjut, juga dilakukan pembatasan pengujung tempat tempat wisata. Seperti di telaga sarangan telah dibatasi pengunjung hanya boleh dari rayon Madiun Raya. Warga Jawa Tengah tidak diizinkan untuk memasuki wilayah Jawa Timur meskipun itu wisata.

“Orang yang bisa berwisata ke Magetan hanya pada wilayah rayon Madiun, orang Solo sudah kita putar balik di Cemorosewu ini. Kita benar benar menjaga penularan dan penyebaran COVID-19 ini sedemikian rupa dapat kita cegah,” pungkas Kombespol Latif Usman. (nto/lna)