Bandel, Karaoke di Kenjeran Disegel Satgas Covid

  • Whatsapp
Penyegelan oleh Satgas Covid Surabaya, Satpol PP dan Polrestabes Surabaya di Pop City Kenjeran.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA – Peraturan Wali Kota Surabaya menyebut larangan operasional bagi pub, karaoke, tempat minum, diskotek dan hiburan malam. Namun, Karaoke Pop City di Jalan Kenjeran 223, masih bandel.

Guna menegakkan Perwali dan pencegahan penyebaran Covid-19 Polisi Resort Kota Surabaya melakukan penyegelan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, Sabtu (23/1/2021) sore.

Dalam pasal 33 Perwali 2020, atau Perwali no 2 tahun 2021, menyatakan larangan operasional tanpa pembatasan adalah rumah minum, karaoke, diskotik, pub, kelab malam, panti pijat, spa, dan bioskop.

Dalam upaya penegakan aturan itu beberapa karyawan diamankan untuk dibawa ke Mapolrestabes Surabaya dan tempat karaoke tersebut disegel.

Sebelumnya, karaoke itu juga pernah disegel oleh Satpol PP pada September 2020, karena melanggar aturan dalam Perwali Surabaya No. 33.

Diketahui, Karaoke Keluarga yang juga menyediakan purel itu diketahui nekat buka dan beroperasional pada, Sabtu (23/1/2021) siang.

Karaoke itu nekat buka kembali dan dugaannya melanggar Perwali 67 tahun 2020 sekaligus aturan PPKM hingga kembali disegel.

Kapolsek Tambaksari Surabaya Kompol Akay Fahli mengatakan ada informasi sebuah karaoke keluarga buka, maka petugas gabungan ; Satpol PP, Polisi, TNI, dan Satgas Covida1 melakukan penindakan.

Saat Ada Petugas Karaoke Sedang Buka

Di lokasi petugas gabungan mengetahui bahwa karaoke itu sedang buka sehingga dilakukan penutupan paksa dan kembali disegel petugas.

“Karena sesuai intruksi pemerintah bahwa tempat hiburan tidak boleh buka dalam masa pandemi, dan lebih-lebih kita masih dalam PPKM,” sebut Kompol Akay, Sabtu (23/1/2021).

Begitu ada informasi dari masyarakat jika karaoke buka, langsung cepat respon dilakukan upaya dan pemiliknya dibawa ke Polrestabes untuk dimintai keterangan.

“Yang jelas penegakkan disiplin prokes ini sudah masuk penindakan dan sanksi. Sanksi administrasi dan denda tetap diberlakukan, sebelum izin operasional ini dicabut,” ujar Akay.

Sekadar diketahui, selama pandemi setelah Inpres no 6 tahun 2020 terbit, maka Pergub diterbitkan menyusul pembatasan sosial berskala besar no 58 tahun 2020, setelah masa PPKM diperpanjang ini terbit Pergub 188 tahun 2020, sedangkan Perwali no 33 tahun 2020, disusul Perwali no 67 tahun 2020, dan terakhir saat perpanjangan PPKM maka terbit Perwali no 2 tahun 2021.

Seluruh regulasi itu mensyaratkan penutupan tempat minum, pub, karaoke, diskotik, panjit pijat, spa, kelab malam dan bioskop. Namun sialnya, panti pijat, massage, dan beberapa lokasi pijat kebugaran masih buka di Kota Surabaya. Terutama di mal-mal besar semisal Pakuwon.(ima/aka)