ACC dan OTO Hadir Mediasi di OJK, Tak Ada Penarikan Unit Driver Online Selama COVID-19

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA – Mediasi antara ACC dan OTO Finance dengan paguyuban Bamboo Runcing driver online berjalan alot. Mediasi yang difasilitasi OJK Regional IV, Senin 29 Juni 2020 itu berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, ketika terjadi unjuk rasa yang digelar sejak pagi dan melibatkan ratusan driver online yang terdampak pandemi Covid-19.

Massa kali pertama mengepung Kantor OJK di kompleks gedung Bank Indonesia itu. Lalu sebagian lagi menemui DPRD Provinsi. Mereka orasi memakai pengeras suara.

Baca Juga

Ditemui Masduki, Anggota DPR Komisi D bagian Pembangunan, wakil driver online Erwin cs menyampaikan tuntutan ditujukan kepada pemerintah pusat dan DPR RI.

Usai di situ mereka meluruk Mapolrestabes Surabaya. Mereka meminta kasus penganiayaan oleh debt collector terhadap anggota Bamboo Runcing diproses hukum. Mereka meminta tindakan tegas proses hukum debt collector yang menganiaya driver online, Kamis 18 Juni 2020 lalu.

Barulah mereka geser ke gedung OJK. Mereka mendesak OJK menghadirkan ACC dan OTO finance, membahas relaksasi dan skema restrukturisasi.

Driver online Bamboo Runcing beranggotakan HIPDA, perkumpulan armada sewa (PAS), dan asosiasi driver online (ADO) ini dikomando langsung Titto Achmad SE.

Mereka, para driver online meminta penangguhan restrukturisasi driver online selama 1 tahun. Kedua, selama pandemi COVID-19 tidak boleh ada penarikan unit R2 dan R4 driver online seluruh Jawa Timur.

“Kita juga minta tidak adanya pembatasan kuota serta penghapusan denda dan bunga,” ujar Tito Achmad.

Tuntutan yang sebagian dituangkan dalam spanduk dan poster. Pengunjuk rasa meminta agar restrukturisasi dilakukan sesuai instruksi Presiden tanggal 2 Maret 2020. Kemudian, leasing wajib melaksanakan program restrukturisasi cicilan driver online selama 6 bulan atau maksimal 12 bulan.

“Kami juga meminta tidak ada penarikan selama masa pandemik. Apalagi oleh jasa debt collecktor sesuai warning Presiden Republik Indonesia,” ujar korlap aksi Erwin.

Driver juga meminta sanksi tegas kepada leasing yang melanggar aturan OJK dan instruksi Presiden.

Dari pantauan Nusadaily.com, Mediasi I berlangsung. Ada 6 perwakilan driver roda 4 dipimpin Asmuin, Ketua ADO di Ruang Jenggolo, Gedung OJK Regional IV Jawa Timur. Mereka diterima Sotar Duga Napitupulu- Direktur Pengawasan I OJK Regional IV Jawa Timur. Didampingi AKBP Wimboko , S.I.K- Kasatintelkam Polrestabes Surabaya, ditambah Bamboo Runcing Bersatu.

OJK Lakukan Komunikasi dengan Perusahaan

Kata Sotar Duga Napitupulu, pihak OJK Regional IV Jawa Timur sudah melakukan komunikasi demgan perusahaan pembiayaan/ leasing terkait restrukturisasi atau relaksasi.

Termasuk berapa jumlah/ data debitur yang dilakukan penarikan unit kendaraan yang dilakukan oleh debt collector.

OJK juga mengaku membutuhkan data itu semua termasuk pendataan perusahaan pembiayaan yang masih memberatkan debitur. Dan berapa leasing yang tak mematuhi skema restrukturisasi.

Randy, dari Bamboo Runcing Bersatu meminta ACC dan OTO dihadirkan. Bahkan kata Asmuin, leasing skema relaksasi masih memberatkan debitur.

Beberapa saat menunggu akhirnya OTO dan ACC finance hadir. Dalam mediasi perusahaan pembiayaan dan debitur saling membutuhkan diharapkan tidak saling memberatkan.

OJK menjamin jika ada penarikan pihaknya akan memberikan sanksi. “Penarikan kendaraan dalam rekontruksi tidak saya tolerir,” ujar Sotar Duga.

85 Debitur Diajukan Relaksasi

Sementara wakil ACC Finance, Adin dan Siradj, mengatakan tidak ada penarikan unit pada saat pandemi COVID-19.

“Kalau terjadi penganiyaan kepada pihak debitur, secara hukum tidak dibenarkan dikarenakan melanggar aturan,” ujarnya.

Kata dia, sudah ada 85 debitur dari Bambu Runcing diajukan dan sudah tidak masalah lagi. Apabila ada tuntutan lain akan dilaporkan ke kantor pusat.

Driver Roda 2 vs OTO Finance

Mediasi sesi II, antara driver roda 2 dengan OTO finance. Debitur Doni dan Asih, mengakui merasa berat karen disuruh bayar bunga tiap bulan, sementara penghasilan minim.

“Kita meminta selama 6 bulan free pembayaran angsuran, bunga dan lain-lain. Serta tidak ada penarikan unit dari pihak debt colector,” pintanya.

Adi perwakilan OTO Finance mengatakan, proses tuntutan itu harus ada pengajuan dari pihak kantor Grab maupun Gojek.

Bagi debitur yang keberatan terkait angsuran, bisa mengajukan ulang. Apabila permintaan tidak bisa bayar, pihak OTO tidak bisa memenuhi.

Menurutnya, selama pandemi COVID-19, OTO tidak ada penarikan unit melalui eksternal. Dalam hal ini debt colector.

“Jika ada masalah diharapkan datang ke kantor OTO untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya. (ima/top)

Post Terkait

banner 468x60