600 PMI Telah Dikarantina di Asrama Haji Sukolilo, Menakar Kesiapan RSLI

  • Whatsapp
rs lapangan
Rumkit Lapangan Indrapura, siap menangani PMI yang terinfeksi Covid-19. Disiapkan 400 bed dan tenaga kesehatan khusus. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Pekan ini gelombang kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur, mulai mengalir. Bahkan, sudah ada 600 orang PMI telah menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Sesuai data, kurang lebih akan ada 14.000 orang PMI yang pulang ke berbagai wilayah di Jawa Timur.

Prosedur tetap penanganan Covid-19 dan protokol kesehatan menekan sebaran Covid-19 di daerah, mereka harus dikarantina terlebih dahulu di Asrama Haji Sukolilo. Mereka akan dites PCR Swab, specimen akan ditangani RS Bhayangkara, RS Brawijaya dan PCR Mobile milik Dinkes Kota Surabaya, dengan prosedur hasil pemeriksaan sehari selesai.

Baca Juga

Dari sinilah peran dari Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) dimulai. Dari yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan dibawa ke RSLI untuk ditangani lebih lanjut.

Untuk tugas itu semua, RSLI telah menyiapkan berbagai langkah dan antisipasi persiapan.

Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV. selaku Penanggung jawab RSLKI menyatakan, selain telah berpengalaman menangani pasien Covid-19 dari luar negeri.

Mulai akhir Mei 2020 hingga Akhir April 2021 ini RSLI telah menangani 112 orang PMI dari Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Arab Saudi. Semuanya telah ditangani dengan baik, dan setelah sembuh baru dipulangkan ke daerah asalnya.

Dr Agrasenfani Hadi (23) salah satu dokter relawan di RSLI menjelaskan bahwa PMI akan disiapkan tiga ruangan khusus terpisah dengan pasien lainnya.

Pasien RSLI saat ini dirawat di ruang Mars, Jupiter, Graha A, dan Graha B, dan untuk PMI di lokasi isolasi ruang Uranus A dengan 63 bed, Uranus B 81 bed dan Neptunus 32 bed, sehingga total melayani 176 bed.

RSLI juga menyiapkan ruangan Merkurius, Saturnus, Pluto, Tenda B dan Tenda C untuk perawatan jika tiga ruangan pertama sudah penuh.

Prosedur penanganan, pelayanan dan perawatan tetap sesuai SOP Protokol Kesehatan.

Dr Nalendra menjelaskan, RSLI disetting untuk penanganan pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan. Seiring perkembangan, Januari-Pebruari 2021 RSLI menangani pasien gejala sedang dan berat.

“Utamanya saat lonjakan tinggi Covid di Jatim. Banyak rumah sakit penuh, maka RSLI menjalankan fungsinya sebagai rumah sakit darurat dan rujukan,” ujarnya.

Saat ini RSLI, sudah menangani 2.409 pasien tanpa gejala, 4.596 dengan gejala ringan, 126 gejala sedang serta 11 orang pasien dengan gejala berat.

RSLI juga menyiapkan ruang HCU kapasitas 11 orang dengan jaringan pasokan oksigen sentral untuk penanganan pasien dengan gejala sedang menuju berat.

“Yang perlu diantisipasi adalah Covid varian baru dari PMI dengan daya tular serta daya rusak yang tinggi,” akunya.

Tim akan dipimpin dr. Christrijogo Sumartono W, dr., Sp.An. KAR, KIC dan dr Fauqa Arinil Aulia, Sp.PK, memantau khusus Covid-19 pada PMI.

“Sampel Covid-19 akan diteliti lebih lanjut guna mengetahui karakteristik virusnya dan dijadikan acuan dan pertimbangan merancang pencegahan varian baru Covid-19 yang muncul,” tegasnya.

RSLI juga menyiapkan relawan Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 (PPKPC), yang diketuai Radian Jadid.

Tugasnya mendampingi pasien saat kembali ke masyarakat dampak lanjutan pasca sembuh. Termasuk penghilangan stigma negatif penyintas Covid-19, status positif-negatif hasil tes PCR, kriteria sakit-sembuh Covid-19.

“Kami siap mendampingi para penyintas Covid-19 untuk mengurangi dampak non medis dan permasalahan yang timbul pasca Covid-19 sehingga mereka dapat nyaman kembali kelingkungannya,” sergah Jadid, menyela.

RSLI dalam penanganan Covid-19, pada PMI disiapkan daya tampung 400 orang dengan dokter dan paramedis khusus dengan SOP ketat.

“Pada prinsipnya kami di Rumah Sakit Lapangan Indrapura selalu siap untuk memberikan layanan terbaik pada kondisi apapun, sebagai bagian dari kontribusi dan peran serta kami dalam menanggulangi covid-19.” pungkas dr Nalendra.(ima/lna)