18 % Ekonomi Jatim dari Sektor Perdagangan, Emil Respons Kenaikan Kelangkaan Kontainer

  • Whatsapp
Wagub Emil Dardak meninjau Terminal Peti Kemas.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA – Di era pandemi Covid, ekonomi perdagangan di Jawa Timur bertahan. Terutama ekspor. Menurut data pemetaan logistik, 18 persen ekonomi Jatim berasal dari perdagangan. Bahkan, Jatim menyumbangkan lebih dari 1/5 Gross Domestic Product (GDP) perdagangan Indonesia.

Untuk itu kecepatan arus logistik perdagangan pusat agro di Jatim harus dipertahankan dengan baik. Terutama perdagangan yang akan berdampak di Puspa Agro, menyusul kenaikan harga pengiriman barang melalui kontainer.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dalam merespon itu langsung meninjau Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

“Harapan kita, semua bisa terus dikoordinasikan dengan banyak pihak termasuk dengan Terminal Peti Kemas Surabaya,” ujar Wagub Emil Elestianto Dardak, Selasa (26/1).

Emil menilai koordinasi dengan TPS sangat penting dilakukan karena jika pengembangan akses jalan utama ke lokasi pusat agro sudah selesai, maka akan memberikan dampak sekaligus potensi sebagai pusat pelayanan kontainer.

“Terlebih, Kementerian Pertanian sudah menjadikan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai sentra logistik holtikultura,” tegasnya.

Emil ingin meyakinkan kepada para pelaku usaha dan investor agar tetap menatap optimisme perdagangan di tengah pandemi Covid-19 di Jatim. Kendati ada kenaikan harga peti kemas akibat ketersediaan kontainer secara global.

“Dengan pandemi Covid-19 ini China yang lebih dahulu pulih ekonominya banyak mengirim barang ke sejumlah negara barat. Sedangkan kontainer dari negara barat tidak secara aktif mengirim kontainernya di negara bagian timur,” ungkapnya.

Kondisi itu dipicu oleh pengiriman barang pada momen Natal dan Imlek didominasi Amerika dan China. Sedangkan perdagangan intra asia menjadi terhambat.

Emil mengapresiasi respon cepat Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang memberi stimulus kepada para pengusaha seperti kemudahan pembayaran, serta demurrages lebih lama.

Tahun Ini Sudah Ada Pertumbuhan

Buktinya, dibanding Januari 2020, pada Januari 2021 ini sudah ada pertumbuhan perdagangan ekspor maupun impor mencapai 12 persen.

“Kita harapkan pelaku usaha bisa termotivasi. Dan kita bangga bahwa TPS di Jatim senantiasa menjadi gerbang untuk memperlancar arus ekspor dan impor basis perdagangan di Jatim,” terangnya.

Direktur Utama PT. Terminal Peti Kemas Surabaya, Dothy menyambut baik kunjungan Wagub Jatim sebagai implementasi kolaborasi di sektor maritim, dan bisnis nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan, bahwa TPS memiliki prosedur ekspor berupa data booking pelayaran dan bea cukai yang dikirim ke terminal secara online sistem.
Pengguna jasa melakukan online booking ekspor ke terminal. Kemudian, truk dan kontainer masuk ke terminal melewati autogate system TPS yang akan dilanjutkan kontainer yang tiba akan dilakukan penumpukan terminal untuk dibawa ke dermaga untuk dimuat di atas kapal di dermaga.

“Kami juga memberikan stimulus kepada pengusaha lewat tambahan 30 hari untuk proses pembayaran. Juga bagi para eksportir maupun importir terdapat tambahan hari atau free storage jika terdapat penumpukan di terminal,” tutupnya.(ima/aka)