Rabu, Januari 19, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaJatimGubernur Khofifah: Terima Kasih Atas Perjuangan Perawat di Masa COVID-19

Gubernur Khofifah: Terima Kasih Atas Perjuangan Perawat di Masa COVID-19

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menutup Musyawarah Wilayah (Muswil) ke 10 DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur di Mahameru Convention Hall, Hotel Aria Gajayana Malang, Sabtu (27/11) malam.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Muswil bertajuk “Kondusif, Efektif, Ramah, Efisien, dan Netral” tersebut berlangsung secara hybrid selama dua hari yaitu 27-28 November 2021.

Di hadapan para perawat, Gubernur Khofifah memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh perawat di Jawa Timur.

Baca Juga: Mensos Deklarasikan Siap Bantu Perawatan Makam Bung Karno

Terutama para perawat bersama tenaga kesehatan (nakes) lain yang telah mendedikasikan diri luar biasa untuk merawat pasien Covid-19.

“Saya melihat dedikasi dan keikhlasan yang luar biasa dilakukan para perawat. Para perawat banyak yang jam 12 malam, jam 01.00 datang menyapa pasien Covid-19 di IGD maupun ICU atau ruang emergency. Mudah-mudahan menjadi ladang amal kebaikan para perawat ,” puji Khofifah.

Terkait potensi perawat, data Kemenkes dan Susenas, per tahun 2019, di Jawa, rasio perawat dengan jumlah penduduk adalah 1:815, artinya 1 perawat melayani 815 orang. Namun di luar pulau Jawa, rasio penduduk per 1 perawat masih rendah.

Di Jawa Timur memiliki potensi yang besar karena memiliki jumlah perawat tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari laman bppsdmk.kemkes.go.id, jumlah perawat di Jawa Timur berjumlah 51.709 orang.

Kata Khofifah, provinsi paling ujung timur di Pulau Jawa ini sangat berpeluang menyuppor kebutuhan perawat di luar Pulau Jawa.

“WHO menyampaikan terdapat kebutuhan 6 juta perawat yang bisa menjadi peluang perawat Indonesia. Nah Provinsi Jatim ini sangat berpotensi menghasilkan perawat yang bisa mengisi kebutuhan di luar Jawa bahkan di luar negeri ,” jelasnya.

Baca Juga: Sempat Jalani Perawatan di RSI Kalianget, Warga Sumenep Meninggal Diduga Akibat Covid-19

Khofifah juga mengingatkan, saat ini, transformasi digital sebagai keniscayaan bagi berbagai sektor, termasuk para perawat.

Layanan kesehatan akan banyak menggunakan alat kesehatan berbasis hi-tech. Sehingga penting bagi para perawat untuk update teknologi memberikan layanannya.

“Artinya, para perawat perlu melakukan intensitas terhadap pengenalan alkes berbasis hi-tech. Selain spesific skill keperawatan, para perawat harus paham teknologi juga. Apalagi, sekarang ini banyak peralatan kesehatan canggih, dibutuhkan mental yang canggih dan cekatan pula,” ajak Khofifah.

Menurut Khofifah, penggunaan teknologi itu tidak hanya ketika para perawat memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menyampaikan laporan (report) termasuk medical report.

“Akses aplikasi saat ini luar biasa. Data bisa tercapture real time dan presisi. Percepatan dengan teknologi digital. Bukan hanya layanan kesehatan, tetapi report seperti medical report,” tandasnya.

Baca Juga: RSJ Menur Surabaya Bakal Kembali Bebaskan 25 Orang Pasien Pasung di Jawa Timur

“Alhamdulillah, berdasarkan data Dashboard Kemenkes/KCPEN, per 27 November 2021, capaian dosis pertama Vaksinasi Covid-19 di Jatim tembus 22.316.301 orang atau 70 ,12% dari target provinsi,” imbuhnya.

Sementara untuk capaian dosis kedua, Vaksinasi Covid-19 di Jatim mencapai 14.829.578 orang atau 46,60%

“Terima kasih gotong royong dan sinergi semua pihak, mulai dari para perawat dan tenaga kesehatan se-Jatim, sehingga capaian vaksinasi di Jatim mencapai 22.316.301 orang. Percepatan vaksin terus akan kami lakukan,” tandas Khofifah.

Baca Juga: Kelurahan Kramat Jati Jakarta Timur Perketat PPKM Mikro

“Mari kita jaga kekompakan dan doa terbaik untuk kita semua, kuatkan disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Jangan lengah, jangan kendor,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang menggagas beberapa kebijakan yang berpihak kepada para perawat khususnya yang ada di Jawa Timur.

Ia juga berharap Gubernur Khofifah membuat inisiasi kebijakan yang berpihak pada perawat yang berstatus non PNS, serta bisa membuat kebijakan yang memihak profesi perawat.

“Terima kasih ibu rawuhnya, ini menunjukkan satu bentuk perhatian kepada kita para profesi perawat. Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap beberapa kebijakan Ibu Gubernur Jatim yang sangat menyentuh kepada kepentingan perawat khususnya di provinsi Jawa timur,” puji Harif Fadhillah.

“Saya yakin kalau ibu gubernur Jawa timur mengeluarkan kebijakan itu saya yakin provinsi yang lain akan ikut,” imbuhnya.

Harif mencontohkan, salah satu program dari Gubernur yaitu program Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes).

Program adalah satu contoh program yang diduplikasi di daerah lain dengan bentuk dan modifikasi.

Baca Juga: Profil Happy Asmara, Pedangdut Asal Jawa Timur yang Sering Trending di Youtube

Tak hanya Gubernur Jatim, DPW PPNI juga bisa menjadi role model bagi provinsi lainnya dalam segi kekompakan, semangat dan profesionalitasnya.

Di acara ini Khofifah bersama Ketum DPP PPNI, Ketua DPW PPNI Jatim memberikan santunan kepada anak-anak para perawat yang telah wafat akibat Covid-19.

Turut menghadiri kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, serta pengurus dan anggota DPW PPNI Jatim.(ima)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily