Kamis, Mei 26, 2022
BerandaInternationalArab Saudi Bantah Bombardir Penjara di Yaman Utara

Arab Saudi Bantah Bombardir Penjara di Yaman Utara

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Arab Saudi membantah laporan bahwa mereka membombardir sebuah penjara di kota Saada, Yaman utara, yang menewaskan 70 orang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Sebelumnya, seorang pejabat dari kelompok pemberontak Houthi di Yaman dan badan amal medis, Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) mengatakan pada hari Jumat (21/1) bahwa puluhan orang tewas dalam serangan udara dini hari di sebuah pusat penahanan sementara di kota Saada.

BACA JUGA: Langka! Gurun Medan Perang Badar di Arab Saudi Kini Tertutup Salju

Houthi merilis rekaman video yang menunjukkan petugas penyelamat mengeluarkan mayat-mayat dari antara puing-puing bangunan.

Taha al-Motawakel, menteri kesehatan di pemerintahan Houthi yang menguasai wilayah utara negara itu, mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa 70 tahanan telah tewas dalam serangan itu.

BACA JUGA: 13 Petugas Umrah Terpapar Covid Sepulang dari Arab Saudi

Al-Motawakel menuduh koalisi pimpinan Saudi sengaja menargetkan warga sipil.

“Kami menganggap ini sebagai kejahatan perang terhadap kemanusiaan. Dunia harus bertanggung jawab pada saat kritis dalam sejarah manusia ini,” katanya dikutip dari detikcom.

BACA JUGA: Al Ula Jadi Destinasi Wisata Mewah di Arab Saudi

Seorang juru bicara MSF mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa jumlah korban tewas sedikitnya 70 orang dan 138 lainnya terluka.

Koalisi yang dipimpin Saudi membantah melakukan serangan itu.

BACA JUGA: Rhoma Irama Klarifikasi Kabar Sempat Pacaran dengan Yati Octavia

“Laporan mengenai serangan yang ditargetkan ke fasilitas pemberontak (Houthi) tidak benar dan tak berdasar,” kata juru bicara koalisi militer Saudi, Turki al-Maliki.

“Koalisi akan memberi tahu Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Yaman dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) tentang fakta dan detailnya,” demikian dilaporkan kantor berita resmi Arab Saudi, SPA yang mengutip Maliki.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di Arab Saudi Melejit, Umrah dan Haji Terancam Batal

Selama seminggu terakhir, koalisi militer Saudi telah menggencarkan serangan udara pada apa yang dikatakannya sebagai target militer yang terkait dengan Houthi.

Serangan digencarkan setelah Houthi melakukan serangan pesawat tak berawak (drone) yang belum pernah terjadi sebelumnya di Uni Emirat Arab (UEA), yang merupakan bagian dari koalisi militer pimpinan Saudi.(mic)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Mendagri Batalkan Pelantikan PJ Bupati Seram

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Keamanan mendesak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, membatalkan penunjukan Brigjen TNI Andi Chandra sebagai penjabat (Pj.) Bupati...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily