Punakawan, Gambaran Pria “Bertipe Aswa”

  • Whatsapp
Relief cerita "Arjunawiwaha" pada kaki (basement) Candi Kedaton. (ist)
banner 468x60

Oleh: M. Dwi Cahyono

A. Lelaki Bertipe Aswa

Urusan nafsu birahi, perkara seksualitas, adalah persoalan pelik yang tak gampang dikelola. Oleh karena itu, sampai-sampai kemampuan manusia dalam mengendalikan nafsu birahinya dijadikan parameter untuk mengkategorikan kepribadian manusia. Kategorissai itu antara lain mengambil analogi pada sifat serta perilaku binatang. Salah satu binatang yang acap dipakai sebagai analogi adalah kuda (turonggo). Terkait itu, ada sebutan “katuranggan” untuk menggambarkan mengenai tipe-tipe kepribadian manusia.

Ada beragam tipe manusia. Salah satunya adalah “tipe ASWA”. Kata “aswa” adalah istilah Sanskreta yang diserap kedalam hahaha Jawa Kuna dan Jawa Tengahan, yang menunjuk kepada: binstang kuda”. Ciri manusia bertipe Aswa adalah tidak kuasa untuk mengendalikan nafsu, termasuk nafsu seksualnya, seperti “nafsu kuda”. Lelaki tipe ini adalah pria yang kemampuan diri untuk kendalikan nafsu terbilang rendah. Bila sudah birahi, maka tanpa “saru-siku”, ekspresikan hasrat seksualnya kepada lawan jenis. Langsung terkam, seperti kuda jantan yang tengah birahi, “mbeker-mbeker, nubruk-nubruk”.

"
"

Baca Juga

"
"

B. Contoh Kisah Penggambaran Pria Tipe Aswa

Manusia bertipe aswa dalam tataran kepribadian manusia termasuk dalam “tataran rendah”. Yang di dalam relief cerita pada percandian digambarkan pada diri “Punokawan”. Berbeda dengan tuannya, yakni Arjuna, yang tabah manakala menghadapi godaan widyadari, Subraba dan Tilotama, yang padahal cantik molek. Meski kedua gadis belia ini menggodanya secara sensual, namun Arjuna yang “gentur” di dalam tapamya itu tidak goyah iman. Sengaja tataran kepribadian dari ksatria Arjuna “dikontaskan” dengan kepribadian dari abdinya (Punajawan).

Punakawan Arjuna digambarkan srbagai bertipe aswa. Begitu Ia melihat para widyadari berdandan, merias dirinya sebagai persiapan untuk memggoda tapa Arjuna, maka langsung sajalah si Punakawan menyergap salah satu diantara tujuh bidadari cantik yang dikirim oleh Dewa Indra dari Kahyangan untuk menggoda tapa Arjuna di lerang gunung Indrakila. Tangan kanan Punakawan yang nakal meremas- remas payudara kanan seorang bidadari. Adapun phallusmya, yang ereksi diarahkan lurus ke vulva dari widyadari yang dalam posisi duduk bersandar sambil membukakan kakinya. Wowww ……., dasar “nafsu kuda”, lepas kendali.

Post Terkait

banner 468x60