Ini Demonstrasi yang Paling Menggemparkan di Dunia

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Di dunia ini banyak sekali demonstrasi yang fenomenal. Sepeti ditulis oleh Marniati di republika.co.id, terdapat beberapa aksi demonstrasi yang dilakukan pada masa lalu.

Aksi ini memberi arti sejarah tersendiri bagi makna demonstrasi pada abad pertengahan. Beberapa aksi ini ada yang dilakukan dengan damai, tetapi ada juga yang berakhir dengan kerusuhan.

Pertama, dikenal dengan Reformasi Protestan. Aksi unjuk rasa ini dilakukan dengan tenang dan tertib. Dalam aksinya, para demonstran memaku pintu sebuah gereja Jerman, tempat terdapat sebuah risalah tentang penyalahgunaan Katolik oleh Martin Luther pada 1517. Namun, gerakan pada akhirnya menumpahkan darah dan air mata.

Kedua, aksi unjuk rasa yang dikenal dengan nama The Storming of the Bastille. Aksi ini dilakukan 14 Juli 1789, untuk melambangkan seluruh Revolusi Prancis. Pada hari itu, kerumunan Paris turun di Bastille (panjang simbol otoritas kerajaan). Aksi kekerasan sempat terjadi dalam unjuk rasa ini.

Selanjutnya, ada peristiwa yang dikenal dengan Gandhi’s Salt March. Di bawah kekuasaan Inggris, India dilarang mengumpulkan atau menjual garam. Inggris memiliki monopoli atas produk pokok, dengan pajak yang tinggi.

Gandhi mengajak pendukungnya pada 1930 untuk melakukan aksi unjuk rasa. Mereka berbaris dari ashramnya ke Laut Arab untuk mengumpulkan garam dari laut.

Lebih dari 60 Ribu Orang India Ditangkap

Lebih dari 60 ribu orang India ditangkap karena melanggar hukum garam. Beberapa pihak menyebutkan, aksi protes yang dilakukan Gandhi merupakan metode protes yang ideal, karena mengumpulkan garam adalah kegiatan tanpa kekerasan dan terlibat komoditas yang benar-benar penting untuk India.

Protes berlanjut sampai Gandhi diberikan hak negosiasi di London. India tidak memperoleh kebebasan sampai 1947, Gandhi mendirikan salt satyagraha (Istilah untuk pembangkangan sipil) sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan dan menjadi preseden kuat untuk demonstran tanpa kekerasan pada masa depan, termasuk Martin Luther King Jr.

Aksi protes bersejarah lainnya, yaitu terjadi pada 1963 di Washington. Amerika Afrika telah dibebaskan dari perbudakan selama satu abad. Namun, mereka terus hidup terbebani oleh ketidaksetaraan di setiap wilayah masyarakat.

Akhirnya, pada Maret 1963, di Washington terjadi aksi unjuk rasa yang dimaksudkan untuk mendorong anggota parlemen meloloskan peraturan yang mengatasi kesenjangan ini.

Terdapat lebih dari 200 ribu orang yang melakukan aksi ini. Martin Luther King Jr melalui pidatonya yang paling terkenal di Amerika menyampaikan pidatonya. Akhirnya, para pemimpin bertemu dengan Presiden Kennedy untuk mendiskusikan tujuan mereka.

Pada 1773, terdapat aksi yang dikenal dengan The Tea Party Boston. Meskipun istilah tersebut terasa kuno, sebenarnya pernyataan tersebut sebagai bentuk reaksi keras atas tindakan perpajakan baru Inggris. Selama tiga jam pada 16 Desember, lebih dari 100 koloni diam-diam naik tiga kapal Inggris tiba di pelabuhan dan membuang 45 ton teh ke dalam air. Protes tidak lazim adalah pendahulu kunci Revolusi Amerika.

Selanjutnya, ada aksi yang dilakukan di Beijing. Aksi ini dikenal dengan Tiananmen Square. Jumlah massa sekitar satu juta orang yang sebagian besar siswa mencari reformasi demokrasi.

Mereka melakukan aksi damai dengan menduduki Lapangan Tiananmen Beijing selama tujuh pekan. Militer Cina melakukan aksi kekerasan kepada pengunjuk rasa menggunakan tangki mereka. Akibatnya, ratusan pengunjuk rasa tewas. Akibat tindakan militer ini, Cina memperoleh kritik keras dari masyarakat internasional.(republika.co.id/aka)

Post Terkait

banner 468x60