Wali Kota Blitar Sampaikan Lima Program Prioritas Anggaran 2021

  • Whatsapp
Rapat Paripurna Pemerintah Kota Blitarm Rabu 15 Juli 2020. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BLITAR – Wali Kota Blitar telah menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2021 pada Rapat Paripurna, Rabu 15 Juli 2020. Dalam kegiatan itu disampaikan program prioritas untuk penanganan dampak Covid-19.

Ditemui usai rapat paripurna, kepada Nusadaily.com Wali Kota Blitar, Drs Santoso mengatakan, tahun 2021 merupakan kunci pemulihan ekonomi. Diharapkan ada penguatan ekonomi, utamanya setelah tahun ini terdampak Covid-19. KUA PPAS tahun anggaran 2021 ini memproyeksikan dan mengantisipasi dampak Covid-19, sehingga seluruh program kualitas mempunyai spirit penanggulangan Covid-19.

Baca Juga

“Tahun depan adalah tahun strategis, karena menjadi tahun terakhir RPJMD. Tentu harapannya mencapai indikatror yang ditetapkan. Oleh karena itu difokuskan pada bidang-bidang yang direncanakan,” pungkasnya.

Lebih lanjut Santoso menuturkan, RPJMD 2016 – 2021 telah menetapkan visi daerah masyarakat kota Blitar semakin sejahtera, religius, cerdas, sehat, rukun agawe santoso, dengan fokus pemulihan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat serta percepatan kinerja.

Ada lima program prioritas pada tahun anggaran 2021, diantaranya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas kesejahteraan sosial masyarakat, kemudian peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan.

“Selanjutnya juga peningkatan nilai tambah ekonomi untuk mendorong pertumbuhan, peningkatan kualitas infrastruktur, dan lingkungan hidup yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan pengutangan resiko bencana, serta stabilitas keamanan dan ketertiban, serta reformasi birokrasi dalam pelayanan publik,” jelasnya.

Santoso menambahkan, dampak Covid-19 juga mempengaruhi kekuatan anggaran tahun depan. Dari sisi pendapatan daerah diperkirakan Rp 918,15 miliar terdiri dari PAD Rp 177,33 miliar, pendapatan transfer Rp 722,89 miliar, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 17,92 miliar.

Kemudian belanja daerah sebesar Rp 936,91 miliar. Terdiri dari belanja operasi Rp 825,99 miliar, belanja modal Rp 107,41 miliar, dan belanja tidak terduga Rp 3,5 miliar.

“Pembiayaan sendiri terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp 20,76 miliar, dan pengeluaran pembiayaan Rp 2 miliar untuk penyertaan modal daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Yasin Hermanto mengatakan, dari penyampaian Wali Kota ada penurunan pendapatan daerah sekitar Rp 100 miliar. Dimana tahun 2019 pendapatan anggaran mencapai Rp 1 triliun lebih.

“Iya itu memang dampak Covid-19. Tapi saya melihat secara menyeluruh pembagian anggaran tetap merata, dan tidak ada perubahan yang signifikan,” imbuhnya.(tan/lna)

Post Terkait

banner 468x60