Korban Keracunan Nasi Kotak Hajatan di Ngawi Menjadi 60 Orang

  • Whatsapp
keracunan Nasi kotak
Korban dugaan keracunan makanan nasi kotak di Ngawi di rujuk ke Puskesmas. (Riyanto/nusadaily.com)

NUSADAILY.COM – NGAWI – Hari kedua paska keracunan massal nasi kotak hajatan peringatan tiga bulanan kelahiran bayi salah satu warga di Desa Sukowiyono Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi bertambah menjadi 60 orang.

Sebelumnya, dilaporkan sebanyak 54 orang alami gejala pusing, mual, muntah dan diare yang lebih parah harus dilarikan ke Puskesmas. Bahkan satu balita kritis dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr. Soeroto. Senin, 22 Juni 2021 malam.

Bacaan Lainnya

Dari 60 korban yang alami gejala keracunan tersebut, 37 rawat jalan, 23 jalani perawatan di Puskesmas Padas dan dua orang dirawat di RSUD dr. Soeroto. Karena membludaknya pasien keracunan itu, sebagian dirawat di tiga puskesmas berbeda. Yaitu puskesmas Padas, Karangjati dan Kasreman.

Baca Juga: Satu Balita dari 54 Keracunan Massal Ngawi Kritis Dilarikan ke Rumah Sakit

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Ngawi hingga petang ini masih terus menyelidiki penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium di Surabaya.

Polisi juga mencari bukti tambahan termasuk meminta keterangan pemilik catering mulai dari bahan, proses memasak hingga bumbu yang dicampurkam dalam menu nasi kotak tersebut.

Baca Juga: Usai Kosumsi Nasi Kotak 54 Warga Ngawi Alami Keracunan

“Dari sore sampai tadi malam Senin (21/6) tambah 7. Kemudian bertambah 13 orang lagi. Bahkan undangan lain dari Karangjati 5 orang dan 2 dari keluarga catering sendiri,” kata Bidan Desa Galuh Wigati kepada nusadaily.com, Selasa (22/06/2021).

Bertambahnya korban dugaan keracunan makanan di acara hajatan tersebut dibenarkan Kapolres Ngawi AKBP I Wayaj Winaya.

Baca Juga: Hilangnya Pembuat Laporan Keuangan Gapoktan, Bukan Karena Diculik

Dikatakanya pada hari kedua ini jumlah keracunan bertambah. Korban bertambah menjadi 60 orang. 37 rawat jalan 23 dirawat tersebar di tiga puskesmas dan satu rumah sakit. Kondisinya sebagian mulai membaik namun masih diare.

“Kita sudah diterbitkan laporan polisi sampel masih diperiksa, saksi sudah diambil keteranganya termasuk keterangan dari pemilik usaha catering,” terang Wayan.

Baca Juga: Polres Gorontalo Selidiki Penyebab Keracunan Warga Binaan Lapas Gorontalo

Sementara itu pemilik catering Endang Nurviana mengaku heran atas kejadian tersebut pasalnya selama 3 tahun usaha berdiri baru kali ini terjadi peristiwa keracunan. Sementara anggota keluarganya yang ikut mencicipi masakanya baik baik saja.

Baca Juga: Usai Hadiri 3 Hajatan Berturut-Turut, 44 Orang di Magetan Keracunan Massal

 “Kaget saya saat mendengar warga keracunan,  langsung shok kok sampai segitunya. Kaget banget, padahal keluarga saya sehat-sehat saja, masakan juga memakai bumbu seperti biasa tidak ada yang janggal dengan bahan yang saya beli,” ungkapnya. (nto/ark)