Emil : Pembebasan Lahan dan Relokasi Warga Harus Cepat dan Tepat

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Proses pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek dikebut. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak pun meminta agar kendala pembebasan lahan warga segera diselesaikan cepat dan tepat.

“Kami mengakselerasi proses yang ada, sehingga muncul langkah konkret yang sama-sama bisa kita tempuh,” kata Wagub Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Sosial Pembangunan Bendungan Bagong, Kab. Trenggalek di Hotel Vaza, Surabaya, Kamis (25/3/2021).

Agar jadwal pembangunan Bendungan Bagong dapat segera dikerjakan dan diselesaikan sesuai perencanaan, Wagub Emil meminta agar Pemda Trenggalek bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk segera melakukan percepatan pembebasan lahan.

Total ada 1.500 bidang dan sudah ada 1.124 bidang yang diukur, kata Emil.
Dari 1.124 bidang yang telah diukur, 57 bidang menunggu salinan putusan, 140 bidang sudah dilakukan apprasial, serta 296 bidang sudah disepakati daftar normatifnya bersama masyarakat. Selain itu, 83 bidang berupa daftar nominatif sudah diumumkan, 548 bidang masih berupa peta bidang serta 376 bidang belum diurus.

Khusus 376 bidang lahan yang belum diurus, Pemkab Trenggalek bersama BPN menargetkan April 2021 sudah selesai.

Pembebasan Lahan Dipengaruhi Nilai Tawar Harga Tanah

Emil menyampaikan, lambatnya pembebasan lahan juga dipengaruhi nilai tawar harga tanah dari tim apprasial kepada warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong.

“Ini yang akan kita bahas secara persis. Apa tindak lanjunya termasuk progres konstruksi harus bisa berjalan dengan cepat,”tegasnya.

Pekerjaan rumah lain Pemkab Trenggalek adalah relokasi atau menyiapkan pemukiman baru bagi warga terdampak pembangunan.

Dari hasil rapat ada 38 rumah yang bakal direlokasi Juni 2021. Selanjutnya, Agustus ada 107 rumah yang direlokasi.

Meski rencana relokasi sudah dijadwalkan, Emil meminta agar relokasi bagi 150 KK terdampak pembangunan Bendungan Bagong, benar-benar dipikirkan secara matang oleh Pemkab Trenggalek.

Itu diharapkan agar pembangunan Bendungan Bagong berjalan sesuai rencana.

Pemda Trenggalek masih mencari lahan yang pas bagi warga yang akan direlokasi melalui pendataan yang sudah ada.

Proyek pembangunan Bendungan Bagong ini bermanfaat untuk pengendalian banjir, penyediaan air irigasi, penyediaan air baku untuk 3 kecamatan yakni Bendungan, Trenggalek, dan Pogalan. Serta untuk menjadikan sebagai destinasi pariwisata.(ima/aka)