‘Tsunami’ di Danau Kawah Ijen, Seorang Penambang Belerang Hilang

  • Whatsapp
Ilustrasi: Seorang penambang belerang di kawah ijen. (nusadaily.com/ozi)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Gelombang setinggi 3 meter terjadi di danau Kawah Ijen, sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat 29 Mei 2020. Fenomena mirip tsunami tersebut mengakibatkan seorang penambang belerang hilang terbawa arus air danau kawah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram membenarkan peristiwa tersebut. 

Baca Juga

“Betul, itu adalah fenomena gunung api. Jadi bukan tsunami, karena di gunung tidak dikenal istilah tsunami. Istilahnya fenomena bubel, yakni ada semacam tekanan dari bawah yang mengakibatkan luapan permukaan air,” ungkapnya kepada nusadaily.com.

Saat kejadian, kata Eka, kebetulan ada dua orang penambang yang berada di dasar kawah tengah menambang belerang. Satu orang berhasil menyelamatkan diri, namun seorang lainnya tidak ditemukan.

“Yang satu mungkin saat mencoba menyelamatkan diri menginjak tanah yang rapuh, kemudian jatuh (ke danau). Sampai sekarang belum bisa ditemukan,” sebutnya.

Upaya pencarian dan evakuasi korban, lanjut Eka, terkendala cuaca hujan deras di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen. Selain itu, juga keluar gas beracun dari dasar kawah yang tentu sangat membahayakan tim penyelamat.

“Laporannya kan sore tadi. Kita konfirmasi kondisinya di sana banyak gas yang membahayakan. Kan tidak bisa melakukan pencarian jika kondisinta membahayakan pencari,” kata Eka.

Rencananya proses pencarian dan evakuasi korban akan dilakukan pada hari Sabtu pagi besok. 

“Ini sedang kita buat perencanannya. Besok akan kita cari di bawah pimpinan Komandan SAR. Untuk sementara aktivitas penambangan belerang di Kawah Ijen kita tutup,” pungkas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi ini. (ozi)